Dilihat : 61 kali

ARAH BAIK ­– Baru-baru ini virus cacar monyet menjadi perbincangan internasional sebab kasus baru mulai bermunculan di sejumlah negara.

Saat ini sudah ada lebih dari 100 kasus cacar monyet yang terdeteksi di sejumlah negara Eropa.

World Health Organization (WHO) menghimbau negara-negara untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran virus cacar monyet.

Para Ilmuwan juga memperingatkan bahwa kasus cacar monyet kemungkinan akan terus meningkat.

Di Afrka, virus cacar monyet ditemukan pada banyak spesies binatang, diantaranya monyet, tikus Gambia dan tupai. Inang utama dari virus tersebut adalah rodent (tikus).

Cacar monyet menyebar melalui kontak langsng dengan zat-zat baik dari biantang atau manusia yang terinfeksi, yaitu darah, cairan, tubuh, lesi kulit atau mukosa,dan tetesan pernapasan dari manusia ke manusia.

Dilansir dari laman WHO, berikut fakta-fakta virus cacar monyet :

1. Monkeypox disebabkan oleh virus monkeypox, anggota genus Orthipoxvirus dalam family Poxviridae.

2. Cacar monyet merupakan penyakit zoonosis virus yang terjadi terutama di daerah hutan hujan tropis Afrika Tengah dan Barat dan kadang-kadang virus menyebar ke daerah lain.

3. Gejala ringan yang ditimbulkan jika Anda terinfeksi yaitu sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, ruam hingga pembekakan kelenjar getah bening.

4. Cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari 2 hingga 4 minggu.

5. Terkait penularannya, monkeypox ditularkan ke manusia melalui kontak dekat orang atau binatang yang terinfeksi atau dengan bahan yang terkontaminasi virus.

6. Kasus cacar monyet pertama pada manusia ditemukan pada tahun 1970 di Republik Demokraik Kongo.

7. Monkeypox pertama kali ditemukan pada 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera.

Itulah fakta-fakta virus cacar monyet yang baru-baru ini menyebar di AS, Eropa hingga Australia.***


Faktafakta Virus Cacar Monyet Yang Menyebar Di As Eropa Hingga Australia