Dilihat : 46 kali

ARAH BAIK – Sebanyak ratusan hewan ternak sapi di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat terjangkiti penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Menurut Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Lombok Tengah mencatat setidaknya wabah PMK telah menjangkiti 600 ekor sapi di wilayahnya.

“Total ternak sapi terkena PMK itu telah mencapai 600 ekor. Namun, ratusan telah sembuh setelah dilakukan pengobatan dan penyemprotan disinfektan,” kata Kepala Dispertanak Lombok Tengah, Lalu Taufikurahman, Jumat 20 Mei 2022.

Jumlah itu naik signifikan sejak kemunculan kasus PMK di Lombok Tengah sebanyak 63 ekor di Desa Kelabuh, Kecamtan Praya Tengah.

Lalu menjelaskan bahwa awalnya 63 sapi yang terpapar PMK di Desa Kelebuh, kemudian meluas hingga menjangkiti 378 sapi di empat desa di dua kecamatan, yaitu Desa Kelebuh di Kecamtan Praya Tengah, Desa Sukarara, Desa Barejulat, dan Desa Puyung di Kecamatan Jonggat.

Data terakhir sampai saat ini, kata Lalu, wabah PMK kembali meluas di tujuh desa di empat kecamatan.

“Jadi PMK itu mulai meluas di tujuh desa di empat kecamatan,” kata Lalu.

Tujuh desa yang telah terjangkiti wabah PMK tersebut antara lain empat desa di Kecamatan Jonggat, yaitu Desa Puyung, Barejulat, Sukarara, dan Nyerot.

Tiga desa lainnya, yaitu, Desa Sukaraja di Kecamatan Praya Timur, Desa Kelebuh di Kecamatan Praya Tengah, dan Desa Banyu Urip di Kecamatan Praya Barat.

Menanggapi hal itu, pemerintah daerah menutup sementara semua pasar hewan di daerahnya untuk membatasi pergerakan arus lalu lintas keluar masuk hewan ternak.

Pemerintah Daerah Lombok Tengah juga melakukan pengobatan massal pada ternak sapi yang telah terjangkiti PMK, serta menutup sejumlah kandang.

“Kita imbau masyarakat juga tidak perlu panik karena sampai saat ini tidak ada ternak sapi yang mati terkena wabah PMK tersebut. Pasar hewan Batunyala dan Barabali untuk sementara waktu ditutup,” kata Lalu.

Dispertanak Lombok Tengah telah melaporkan sekitar 168 sapi dinyatakan telah mulai sembuh dari penyakit PMK.

Ratusan sapi tersebut sembuh usai dilakukan pengobatan dan penyemprotan disinfektan, sedangkan ratusan sapi lainnya masih dalam proses pengobatan.***


Wabah Makin Meluas 600 Sapi Di Lombok Terjangkiti Pmk