Dilihat : 54 kali

ARAH BAIK – Doctor Strange besutan sutradara spesialis film horror, Sam Raimi, yang telah lama ditunggu-tunggu akhirnya tayang di bioskop pada 5 Mei 2022.

Stephen Hawking seorang fisikawan teoretis, kosmologi, pengarang, dan Direktur Penelitian Centre for Theoretical Cosmology di Universitas Cambridge. Wafat pada 2018 saat usianya 76 tahun. Artikel terakhir yang berjudul “ A Smooth Exit From Eternal Inflation” dipublikasikan di journal of High Energy Physics.

Dalam artikel tersebut, Hawking mengemukakan sebuah pandangan yang selama ini tak pernah dinyatakan tapi terus-menerus menghantuinya, yaitu tentang alam semesta.

Dalam artikel terakhirnya itu ia sekali lagi membahas Big Bang dan munculnya alam semesta. Setelah empat tahun kematian Hawking, dunia akademis agaknya masih berhati-hati terhadap cara pandang baru mengenai alam semesta jamak karena teleskop-teleskop bumi memang belum mampu mendapatkan data dari ruang angkasa mengenai hal itu. Di alam semesta lain, yang entah dimana, ternyata terdapat diri kita lain yang perilakunya sama persis tapi bisa memiliki nasib yang jauh berbeda dengan diri kita di bumi.

Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness adalah yang paling aktual mengekplorasi alam semesta paralel dan “diri ganda” itu. Bahkan imajinasinya “ngeri-ngeri sedap”: alam semesta jamak ini bisa bertumbukan dan menimbulkan kaos kosmis. Dalam film ini kita diberi dongeng: kisah seorang gadis kecil bernama America Chavez (Xochitl Gomez) dari alam semesta lain.

Ia memiliki kekuatan yang tak bisa dikontrol, membuatnya bisa berpindah-pindah dari satu alam semesta ke alam semesta lain. Lebih dari 72 alam semesta telah ia jelajahi. Begitu dia sampai ke bumi, tepatnya New York, gurita raksasa yang dikirm seorang penyihir ternyata mengejarnya. Penyihir itu mengejarnya karena ingin merampas kekuatan gaib yang ia miliki.

Doctor Strange, yang menghadiri pesta perkawinan Christine Palmer (Rachel McAdams), mantan kekasihnya, sigap meninggalkan resepsi dan menyelamatkan gadis itu. Anehnya, ia seperti pernah melihat sosok gadis itu yang diburu gurita raksasa tersebut dalam mimpinya.

Dengan bantuan Wong (Benedict Wong), para penyihir mengalahkan makhluk itu dan menginterogasi America yang mengungkapkan bahwa dia dapat melakukan perjalanan Multiverse.

Varian Strange yang tewas juga turut melakukan perjalanan ke Bumi (Bumi-616) dengan America. Strange lantas mengubur mayat varian dirinya sendiri.

Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) awalnya tak paham akan alam semesta jamak. Tapi kemudian dia sadar bahwa mimpinya tentang seorang gadis kecil yang menjadi nyata adalah bagian dari dreamswalking, kemampuannya melintasi alam semesta melalui mimpi.

Ia lalu mengunjungi mantan pahlawan super Avengers, Wanda Maximoff ( Elizabeth Olsen). Wanda dianggap sebagai jagoan yang paham akan seluk-beluk multiverse. Ia juga penyihir besar yang memiliki kemampuan telekinetik tinggi. Ia dikenal dengan julukan Scarlet Witch.

Wanda adalah tokoh sentral yang menjadi pangkal dramaturgi. Dialah penyebab kegaduhan lintas alam semesta. Wanda sendiri ingin Doctor Strange menyerahkan America Chavez kepadanya agar dia bisa mengambil kekuatan gadis itu. Doctor Strange menolak. Sebagia akibatnya, Wanda mencari kitab terlarang Darkhold-kitab black magic yang mantra-mantra tenungnya memiliki efek mematikan di semesta bumi manapun. Yang bisa menandingi dan memblokir mantra Darkhold-kitab hanyalah mantra kitab Vishanti (Book of the Vishanti). Kedua kitab itu ibarat hitam dan putih.

Sebagian besar film mengisahkan usaha Strange dan Wong menyelamatkan America dari Scarlet Witch, dan dalam konflik pertama mereka di Kamar-Taj, America mengirim dirinya dan Strange ke alam semesta lain untuk melarikan diri.

Meskipun Scarlet Witch terperangkap di alam semesta inti Marvel Cinematic Universe (MCU), ia dapat menggunakan Darkhold untuk berjalan dalam mimpi (dreamwalk) ke varian-varian Wanda di alam semesta lain untuk melacak America.

Scarlet sendiri menginginkan kekuatan America agar ia dapat melakukan perjalanan ke semesta lain di mana dia bisa hidup bahagia selamanya dengan anak-anaknya.

Salah satu murid Wong berhasil menghancurkan buku itu dan Scarlet Witch yang marah mengetahui bahwa buku itu ternyata hanya salinan. Mantra yang tertulis di dalamnya sebenarnya ada di sebuah gua di Gunung Wundagore, empat yang belum pernah dikunjungi oleh penyihir.

Tentu saja Scarlet meminta Wong untuk membawanya ke sana, dan ketika mereka tiba, dia menemukan ukiran besar dari apa yang tampak seperti dirinya (atau setidaknya, seorang penyihir) dan raksasa yang membungkuk padanya. Dia kemudian melemparkan Wong ke tebing. 

Di alam semesta alternatif (Bumi-838), Strange menemukan patung dirinya sendiri yang mengungkapkan bahwa dia mati melawan Thanos. Dia bertemu dengan varian Mordo yang tampaknya ramah, hanya untuk menemukan Mordo telah membius dan memenjarakan dia dan America Chavez

Doctor Strange diseret untuk menghadap Illuminati, sedangkan America ditahan di fasilitas penelitian yang dipimpin oleh varian Christine Palmer (berambut merah) yang merupakan pakar Multiverse di semesta itu. 

Illuminati mengungkapkan bahwa Strange di semesta ini mendapatkan Darkhold dan mencoba menggunakannya untuk mengalahkan Thanos, hanya untuk menjadi gila oleh kekuatan buku itu. Patung Strange hanyalah sebuah cerita untuk diceritakan kepada publik karena Thanos sebenarnya dikalahkan oleh Kitab Vishanti.

Strange-838 begitu rusak oleh Darkhold sehingga Illuminati mengeksekusinya dan sebelum Strange-616 dapat menyebabkan drama semacam itu, mereka mulai memutuskan apakah akan mengeksekusi Strange versi ini juga, mengklaim bahwa di setiap semesta semua Stephen Strange sama saja. 

Setelah memanfaatkan kekuatan di Wundagore, Scarlet Witch masuk ke Wanda Bumi-838 dan menuju ke lab untuk menculik America, secara brutal membunuh setiap anggota Illuminati yang menghalangi jalannya.

Christine mengungkapkan bahwa mendiang Strange di semestanya menciptakan cara untuk sampai ke Kitab Vishanti dan membawa Doctor Strange dan America melalui terowongan bawah tanah. Sayangnya, Scarlet Witch mengalahkan mereka, menghancurkan buku itu, merebut Amerika dan mendorong Strange dan Christine ke portal Multiverse yang dibuat America.

Di semesta lain itu, segala sesuatu tampak telah hancur lebur. Untungnya, Strange menemukan varian dirinya yang lain, yang memiliki mata ketiga dan memiliki Darkhold sendiri. Strange menang melawan varian dirinya yang jahat dan mulai menggunakan Darkhold untuk melakukan dreamwalk ke Bumi-616. 

Strange menggunakan Darkhold untuk dreamwalk ke mayat Defender-Strange-nya dan menggunakan tubuh itu untuk pergi ke Wundagore untuk menghentikan Scarlet Witch dan menyelamatkan America. 

Dia tahu dia tidak bisa mengalahkan Scarlet Witch dengan tubuh zombienya, jadi Strange memberi tahu America bahwa dia bisa mengendalikan kekuatannya untuk mengalahkan Wanda.

America juga menyadari bahwa dia tidak bisa mengalahkan Scarlet Witch dalam pertarungan, jadi ia akhirnya membawa Wanda ke semesta 838 untuk bertemu anak-anaknya. Kedua anaknya pun ketakutan melihat ibu mereka menjadi Scarlet Witch.

Hal ini membuat Scarlet Witch menyadari kesalahannya dan menghancurkan Gunung Wundagore beserta salinan setiap alam semesta dari Darkhold pada waktu yang sama. 

Namun, jika Marvel memiliki rencana masa depan untuk Wanda, mereka dapat mengungkapkan bahwa dia selamat dari ledakan tersebut. Mungkin ia hanya menghentikan dirinya menyebabkan lebih banyak bahaya, daripada langsung membunuh diri sendiri. Ini akan menjadi akhir MCU yang buruk baginya jika dia benar-benar mati.

Kembali di Kamar-Taj, America sedang berlatih di bawah pengawasan Wong dan Stephen kembali ke New York City hanya untuk mengetahui bahwa ia sekarang memiliki mata ketiga juga, tampaknya akibat penggunaan Darkhold di akhir film.

Sam Raimi, sutradara film ini, dikenal sebagai sutradara trilogi film spider-man. Sebelumnya Ia juga banyak membesut film horor. Tak aneh jika adegan bangkitnya Doctor Strange di alam semesta lain lebih mirip dengan adegan zombie gentayangan. Tapi betapapun visualnya spektakuler, ada sihirnya membuat kita tersihir, dan sesungguhnya problem utamanya sebenarnya sepele. Bila kita amati, seluruh kekacauan alam semesta ini sesungguhnya bertolak dari keinginan Wanda menjadi seorang ibu.

Wanda selama ini menghayalkan memiliki dua anak dan mengasuh mereka dengan kasih sayang. Padahal faktanya ia tak mempunyai anak. Ia ingin merebut kekuatan Amerika yang bisa berpindah-pindah secara fisik ke semua alam semesta agar bisa pergi mencari anak-anaknya. Siapa tahu di alam semesta lain anaknya betul-betul ada. Apakah karena masalah yang sedikit berbau telenovela itu kemudian logis bila seluruh alam semesta dihancurkan? Mungkin Wanda gusar seperti calon Arang, yang demikian sayang kepada putrinya, Ratna Manggali, tatkala Ratna Manggali yang cantik itu tak mendapatkan jodoh, ia marah kemudian meneluh, menyebarkan wabah agar semua orang mati.

Tentu itu bukan satu-satunya kelemahan film ini. Hal lain yang sedikit berbau kenes ternyata, di alam semesta manapun yang dikunjungi Doctor Strange, yang hendak ia ketahui adalah apakah kembarannya “berpura-pura” seperti dirinya. Di bumi, sebagai superhero yang perkasa, sesungguhnya ia “membohongi diri”. Ia gagal dalam percintaan. Ia ditinggalkan kekasihnya. Dan ia menutupi dirinya sendiri bahwa ia lelaki yang “tak bahagia”. Makanya, saat ia bertemu dengan Doctor Strange lain di alam semesta lain, pertanyaan yang dipendam, dan hendak ia lontarkan adalah: apakah kau bahagia? Oh, Doctor Strange……***


Film Doctor Strange In The Multiverse Of Madness Semesta Jamak Dan Ancaman Tabrakan Kosmis