Dilihat : 125 kali

ARAH BAIK – Singapura buka suara alasan penceramah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) serta keluarganya ditolak masuk wilayahnya.

Kementerian Dalam Negeri Singapura dalam pernyataan tertulis menjelaskan bahwa alasan UAS dideportasi dari Singapura sebab dianggap telah menyebarkan ajaran ekstremis dan perpecahan.

“Somad dikenal menyebarkan ajaran ektremis dan perpecahan yang tidak dapat diterima di masyarakat multiras dan multiagama Singapura,” tulis Kementerian Dalam Negeri Singapra menanggapi Nota Diplomatik yang dilayangkan Kemenlu RI, Selasa 17 Mei 2022.

Dalam pernyataannya disebutkan bahwa UAS pernah mengatakan bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina dan hal itu dianggap sebagai syahid.

“Dia (UAS) juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas lain seperti Kristen dengan menggambarkan salib Kriten sebagai tempat tinggal jin kafir,” tulisnya.

Lanjut pernyataannya, pemerintah Singapura dengan tegas bahwa masuknya pengunjung asing ke wilayahnya tidak bisa otomatis.

Setiap orang asing akan dinilai berdasarkan kepantasannya masing-masing dan kasus per kasus.

“Sementara Somad berusaha memasuki Singapura dengan berpura-pura untuk kunjungan sosial,” lanjut pernyataannya.

Pemerintah Singapura memandang serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan perpecahan.

“Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk Singapura,” jelasnya.

Sebelumnya, Ustadz Abdul Somad baru tiba di Terminal Ferry Tanah Singapura pada 16, Mei 2022 dari Batam dengan enam pendamping perjalanan.

UAS mengaku tidak diberitahu terkait alasan dirinya dideportasi dari Singapura.

Ia pun menuntut Kedutaan Besar Singapura di Indonesia untuk memberikan penjelasan terkait deportasi tersebut.

“Itulah yang mereka tak bisa menjelaskan, jadi pegawai Imigrasi tak bisa menjelaskan,” kata UAS, Selasa 17 Mei 2022.***


Singapura Buka Suara Alasan Uas Ditolak Masuk Wilayahnya Dianggap Telah Menyebarkan Ajaran Ekstremis Dan Perpecahan