Dilihat : 85 kali

ARAH BAIK – Irak dilanda badai pasir untuk kedelapan kalinya dalam satu bulan terakhir.

Bencana badai pasir itu terjadi sejak pertengahan April 2022, dan kemudian kembali terjadi pada pertengahan Mei.

Warga setempat berkomentar bahwa badai pasir tersebut akibat dampak daripada perubahan iklim.

Akibat bencana badai pasir, Irak mengalami degradasi tanah, kekeringan hebat, dan curah hujan yang rendah.

“Ini jelas akibat dari dari perubahan iklim dan kurangnya hujan, setiap kali ada angin, debu dan pasir akan muncul begitu saja. Sekarang setiap tiga atau empat hari terjadi (badai pasir),” kata Ahmed Zaman, seorang sopir taksi di Irak.

Bencana badai pasir itu menyebabkan objek vital negara tidak dapat beroperasi, seperti sekolah, kaantor pemerintah, dan bandara yang harus ditutup sementara waktu.

Warga Irak yang tinggal di Baghdad, Najaf, Suleimaniyah maupun kota-kota sekitarnya juga mulai merasakan akibat dari badai pasir tersebut.

Kota-kota di Irak itu mulai terhalang debu dan pasir sehingga menyebabkan fenomena kabut merah yang mengurangi jarak pandang.

Menurut pejabat medis setempat, warga mulai mengeluhkan gelaja seperti kesulitan bernapas dan mereka pergi ke rumah sakit untuk mengobati keluhan itu.

“Kami memiliki 75 kasus orang dengan masalah penapasan,” kata Ihsan Mawlood, seorang dokter di rumah sakit Baghdad, dikutip dari Aljazeera, Selasa 17 Mei 2022.

Pada awal bulan Mei, bencana badai pasir di Irak telah menyebabkan 5.000 warga harus mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit karena masalah pernapasan dan satu warga dialporkan tewas.

Para ahli mengingatkan pemerintah maupun warga untuk meningkatkan kewaspadaan atas perubahan iklim ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, badai pasir di Irak semakin sering terjadi yang diperburuk oleh curah hujan yang rendah.

Irak juga berpotensi mengalami penurunan sumber daya air sebesar 20 persen pada tahun 2050 dan menjadi negara kelima yang paling rentan terhadap perubahan iklim.***


Irak Dilanda Badai Pasir 8 Kali Dalam Sebulan Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata