Dilihat : 85 kali

ARAH BAIK – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) meluas dan menjangkiti sapi-sapi di beberapa wilayah Indonesia.

Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat mengkonfirmasi empat sapi di daerahnya positif terjangkit PMK.

Pernyataan itu diketahui usai keluarnya hasil pemeriksaan dari Balai Veteriner Bukittinggi.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda menuturkan bahwa empat sapi yang terjangkit PMK itu berada di satu lokasi dan kandang yang sama, yakni berada di Kelurahan Balai Jariang, Kecamatan Payakumbuh Timur.

“Jadi kita sudah meminta kepada Kadis Pertanian untuk mengisolasi empat sapi yang telah dinyatakan positif PMK ini,” kata Rida.

Saat meninjau langsung ke salah satu sapi di Kecamatan Payakumbuh Utara, Rida mengatakan bahwa Pemkot Payakumbuh melalui Dinas Peranian akan terus melakukan pengecekan secara bergulir kandang sapi.

Rida meminta masyarakat turut berhati-hati dengan penyakit tersebut, terlebih penularannya dinilai cepat.

“Jadi dengan kondisi ini kita mengajak seluruh peternak untuk bisa berhati-hati dan bersama-sama mencegah penularan PMK ini,” ujarnya.

Rida mengatakan masyarakat dihimbau untuk menjaga kebersihan kandang dengan penyemprotan menggunakan disinfektan.

“Khusus untuk ‘toke-toke’ kita juga minta untuk tidak banyak kontak dengan sapi-sapi karena penyebarannya itu sangat cepat,” kata Rida.

Dengan upaya yang dilakukan masyarakat dan pemerintah, ia berharap kasus positif PMK tidak lagi ditemukan di Kota Payakumbuh.

Sementara itu, Kepada Dnas Pertanian Kota Payakumbuh, Depi Sastra mengatakan bahwa dua dari empat sapi terjangkit PMK itu berasal dari Pasar Ternak Palangki di Kabupaten Sijunjung.

“Jadi dua ekor sapi ini dibeli oleh peternah di Pasar Ternak Palangki. Makanya untukk saat ini kita juga sudah menutup pasar ternak kita,” kata Depi.

Depi menuturkan bahwa saat ini Dinas Pertanian telah melakukan isolasi untuk empat sapi positif PMK di Payakumbuh itu.

Lanjut Depi, pihaknya akan melakukan pengecekan setiap hari terhadap sapi-sapi tersebut.

“Untuk sapi-sapi lainnya yang belum positif PMK kita juga akan memberikan vitamn, obat-obatan dan melakukan pembersihan kandang dengan penyemprotan disinfektan,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian RI telah menetapkan enam kabupaten dari dua provinsi di Indonesoa telah terjangkit PMK.

Wilayah-wilayah tersebut yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Sidoarjo, Lamongan dan Mojokerto.

Namun, wabah PMK menyebar luas dan menjangkiti wilayah lainnya di Indonesia, yaitu Lumajang, Bangka Belitung, Lombok Timur, Tulungagung, Malang, Kediri, Aceh, Magetan, Yogyakarta, dan wilayah lainnya.***


Wabah Pmk Meluas Kini Menjangkiti Sapi Di Sumatera Barat