Dilihat : 43 kali

ARAH BAIK – Perusahaan modal ventura Jepang, Sofbank mundur dari pembiayaan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Menurut Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mundurnya Sofbank dari proyek IKN Nusantara karena adanya risiko politik yang tinggi.

Ditambah dengan adanya wacana perpanjangan masa jabatan presiden Jokowi membuat Softbank memilih menunggu dan melihat.

“Investasi di IKN bukan jangka pendek, tapi butuh kepastian jangka panjang. Dikhawatirkan risiko politik terkait pemilu akan membuat proyek IKN terkendala, bahkan bisa berhenti total,” kata Bhima kepada IDN Times Selasa, 14 Maret 2022.

Tak hanya risiko politik yang tinggi, Bhima juga menyebut beberapa alasan kenapa Sofbank mundur dari proyek IKN.

Berikut ini alasan lain kenapa Softbank mundur dari proyek Ibu Kota Negara Nusantara menurut Bhima :

1. Masalah Keuangan Softbank

Sofbank memiliki masalah keuangan internal pada masa pandemi ini. Kerugian Softbank dari Weeork pada 2020 dan Alibaba pada 2021 belum bisa tergantikan hingga saat ini.

“Mundurnya Softbak memberi sinya kepada investor dibalik Softbank bahwa strategi perusahaan akan lebih fokus pada pendanaan startup digital, bukan proyek pemerintahan,” ujar Bhima.

2. Dampak Perang Rusia-Ukraina

Perang Rusia-Ukraina menambah deretan ketidakpastian global. Para investor membaca risiko inflasi yang tinggi di negara maju akan membuat biaya pembangunan IKN naik signifikan.

Biaya besi baja, barang material konstruksi akan mengalami kenaikan imbas dari terganggunya rantai pasok global.

“Hal ini pernah terjadi saat pembangunan ibu kota negara di Putrajaya-Malaysia saat krisis moneter 1998, membuat biaya pembangunan naik signifikan,” kata Bhima.

Sehingga, naiknya suku bunga di berbagai negara turut meningkatkan biaya dana atau cost of fund khususnya bagi investor yang memili rasio utang tinggi.

Menurut Bhima, pemerintah perlu mencari pengganti Softbank baik itu dari lembaga investasi hedge fund maupun sovereign welth fund dari negara mitra, seperti Arab Saudi.

Namun, Bhima mengatakan bahwa mencari investor sekelas Softbank bukanlah hal mudah, apalagi proses pembangunan IKN segera dimulai.

“Butuh proses uji kelayakan, pembacaan situasi ekonomi dan hitung-hitungan manfaat sosial-politik bagi investor,” ucap Bhima.***


Softbank Mundur Dari Proyek Ikn Nusantara Ekonom Risiko Politik Tinggi