Dilihat : 136 kali

ARAH BAIK – Baru-baru ini, ilmuwan mengungkap adanya fenomena astronomi yang terjadi di pusat tata surya kita, Matahari.

Ilmuwan mendeteksi adanya getaran kuat pada benda panas yang tersusun oleh berbagai gas bertekenan tinggi tersebut.

Fenomena gempa di Matahari mirip dengan peristiwa yang kita alami di Bumi, tetapi jauh lebih kuat sehingga membinggungkan para ilmuwan.

Menurut ilmuwan gempa itu terjadi pada 10 Mei 2022 yang muncul seperti gelombang melingkar beriak.

“Kami baru saja mendeteksi gempa matahari pertama Solar Cycle 25. Gempa itu menjauh dari suar matahari kelas X1.5 pada 10 Mei 2022,” kata Dr. Alexander Kosovichev, dikutip dari The Sun.

Dr. Kosovichev adalah ilmuwan yang berhasil menemukan gempa Matahari untuk pertama kalinya pada 1996.

Menurutnya, tdak semua suar Matahari menghasilkan gempa yang hingga kini masih menjadi misteri.

Dr. Kosovichev mengaku dalam menangkap rekaman gempa di Matahari tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama.

“Saya ingin orang-orang menghargai bagaimana riak hampir diliputi oleh turbulensi. Inilah mengapa kami butuh waktu lama untuk menemukannya,” ungkapnya.

Menurut Dr. Kosovichev, Matahari mengalami siklus dalam kurun waktu 11 tahu.

Saat ini aktivitas letusan Matahari dan suar akan meningkat, bahkan akan lebih intens dan ekstrem.***


Ilmuwan Deteksi Gempa Matahari Suar Akan Semakin Intens