Dilihat : 116 kali

ARAH BAIK – Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencopot menteri yang mulai aktif berkampanye dan menunjukkan aktivitas politik untuk maju dalam Pemilu 2024.

Sejumlah menteri yang mulai aktif berkampanye dan berniat ikut Pilpres 2024, antara lain Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno.

Fahri Hamzah mengingatkan agar semua menteri yang Nampak berkampanye ataupun tidak Nampak berkampanye, tapi ada niat untuk ikut Pemilu 2024, sebaiknya fokus kerja selamatkan Indonesia dari krisis yang ada di depan mata.

“Secara umum, smeua menteri yang punya konflik kepentingan baik pribadi maupun jabatan sebaiknya mengundurkan diri. Kabinet ini babak belur padahal masih 2,5 tahun. Saat krisis menghadang tapi menteri pada cari cuan dan popularitas. Akhirnya presiden menanggung beban sendiri,” ujar Fahri Hamzah, Kamis 12 Mei 2022.

Fahri Hamzah mengingatkan kembali komitmen Presiden Jokowi yang menentang adanya sistem rangkap jabatan dalam semua lini pemerintahan. Tapi susah kalau di kabinet justru yang berkembang adalah budaya tidak tahu diri.

“Pedagang menengah, tiba-tiba memegang jabatan politik penting (memakai istilah penjelasan UUD, ‘Bukan pejabat tinggi bias’) harusnya tahu diri, berterima kasih dan fokus kerja bantu presiden. Dan kalau mereka menganggap diri profesional, ya profesional aja, curahkan ilmu sedalam-dalamnya untuk memberekan kerja-kerja besar yang ditugaskan oleh Preside. Habis itu kembali aja ke dunia profesional. Tapi sayangnya pada ‘Aji Mumpung’, melihat popularitas sebagai segala-galanya. Pengen berkuasa,” katanya.

Lanjut Fahri Hamzah, kepercayaan yang begitu besar dari Presiden Jokowi dan kekuasaan yang begitu luas justru dipakai untuk membangun popularitas dan tentunya menambah pundi-pundi dengan alasan biaya politik.

Menurut Fahri Hamzah, bahkan tanpa canggung, mereka bangga dengan semuanya padahal kerja tidak becus.

Ia mengatakan mungkin saja mereka para pedagang yang juga menjadi pejabat, sukses meyakinkan presiden bahwa mereka lebih efektif jika jadi pejabat dibandingkan birokrat atau politisi.

“Boleh saja, dan boleh jadi presiden percaya. Tapi catat omongan saya . Ini awal bencana bagi kalian semua. Apalagi oleh sebagian pengamat mereka ini diberi gelar ‘PENGPENG’ yaitu Penguasa Pengusaha atau secara bercanda kita sebut aja mereka itu ‘PENGUASAHA’. Mereka-mereka itu nggak paham makna luhur jadi abdi negara, dicampur-campur sehingga kerja nggak fokus. Parahnya sampai pada tahap bikin kebijakan yang untungkan pribadi,” sindir Fahri Hamzah.

Ia berharap Presiden Jokowi sadar bahwa kabinet harus dipulihkan keadaannya, mengingat waktu 2,5 tahun masih panjang untuk fokus mengerjakan banyak hal bagi kepentingan umum yang masih banyak terbengkalai.

“Mumpung masih punya waktu lebih dari 2,5 tahun sebaiknya Presiden Jokowi merombak kabinetnya dan melepas para menteri yang ditengarai memiliki ambisi politik, sehingga kegiatan rangap jabatan bisa dihilangkan. Apalagi krisis Global mengancam keadaan kita sekarang. Semoga persiden menyadari,” ucap Fahri Hamzah.***


Fahri Hamzah Minta Jokowi Copot Menteri Yang Ikut Kampanye Capres 2024