Dilihat : 86 kali

ARAH BAIK – Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith University Australia, Dicky Budiman menyatakan hepatitis akut berpeluang akan menjadi pandemi.

Menurutnya, jika berbicara pandemi, hal yang mendasar adalah penyakit itu muncul lintas benua bukan hanya negara.

“Kalau hanya beberapa negara ya belum bisa menjadi pandemi. Tapi, itu juga tidak cukup, karena penyakit ini bisa saja adalah virus baru,” katanya Rabu, 11 Mei 2022.

Dicky mengatakan virus baru berpotensi menjadi pandemi, karena berarti mayoritas manusia belum memiliki imun yang kuat.

Sehingga, virus baru itu bisa menyebar luas ke seluruh belahan dunia. Kemudian, ia juga mengatakan bahwa, hal lainnya tidak ada pengecualian, semua bisa terpapar dan cepat menyebarnya.

Jika melihat kriterianya, hepatitis akut, dalam pandangannya baik berbasis pengalaman dan pemahaman keilmuan, potensi menjadi pandemi masih kecil.

“Adapotensi tapi kecil sekali, karena masih belum jelas ini virus baru atau masih ada hubungannya dengan Covid-19,” katanya.

Dicky melihat penyakit ini masih ada kaitannya dengan Covid-19. hal itu, kata Dicky, perlu dibuktikan, entah merupakan bagian dari long covid atau dampak akut dari virus corona.

“Ini masih hipotesisya. Karena covid itu sudah jelas merusak hati, sudah jelas dari awal-awal sudah ada, baik pada orang dewasa maupun anak-anak,” tuturnya

Masalahnya, Dicky melanjutkan, virus penyebab penyakit itu belum jelas.

Selain itu, kasus hepatitis akut ini juga terjadi pada anak-anak, yang dugaannya atau hipotesisnya terjadi disebabkan mayoritas mereka memang belum melakukan vaksinasi.

Namun, tetap harus teliti lebih dalam lagi, mengapa hanya menyerang pada anak-anak, itu yang belum terjawab. Dari beberapa kriteria, kecil kemungkinan hepatitis akut akan menjadi pandemi.

Jika Pandemi, hepatitis itu sudah epidemi, ada banyak jenisnya hepatitis A, B, dan C. Epidemi itu artinya satu dari tiga penduduk dunia terpapar hepatitis.

“Kalau pendemi itu menyeluruh, mau anak atau dewasa cuma memang ada yang paling rawan,” ujar Dicky.

Di Jakarta, Wakil gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan ada temuan 21 kasus diduga hepatitis misterius. Menurutnya, 21 kasus itu berasal dari Jakarta. Informasi ini melengkapi kabar yang sebelumnya beredar bahwa sudah ada tiga korban meninggal diduga karena penyakit hepatitis akut ini.

"Yang 21 itu di Jakarta, tapi yang korban (meninggal) sudah tiga," kata Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Mei 2022.

Riza belum bisa menjelaskan detail informasi rentang usia warga yang diduga menderita hepatitis misterius itu.

Ia mengatakan informasi detail soal usia dan lokasi penyebaran dapat ditanyakan ke Dinas Kesehatan DKI Jakarta.***


Epidemiolog Sebut Hepatitis Akut Berpeluang Jadi Pandemi