Dilihat : 179 kali

ARAH BAIK – Kebijakan soal larangan ekspor minyak sawit kini berubah kembali.

Awalnya, Presiden Jokowi memutuskan untuk melarang ekspor bahan baku minyak goreng, yakni kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO).                                              

Keputusan itu kemudian dikoreksi oleh Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.                         

Airlangga menyampaikan bahwa, pemerintah hanya melarang ekspor Refined, Bleached, Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein).

Kebijakan itu kembali diralat oleh Airlangga, pada Rabu 27 April 2022 malam. Ia menyampaikan bahwa, larangan ekspor berlaku untuk semua produk termasuk CPO.

Gonta-ganti kebijakan tersebut dikritik oleh akademisi, Rocky Gerung yang menilai Presiden Jokowi ingin pamer kekuasaan.

“Keputusan kemarin (dari Airlangga) menunjukkan presiden sekedar ingin pamer kuasa, bukan memamerkan jalan keluar, tapi pamer kuasa,” kata Rocky Gerung dalam kanal YouTube Rocky Gerung Official, Kamis 28 April 2022.

Rocky Gerung mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi memamerkan kekuasaan yang agak palsu.

“Nah yang dia pamerkan kemarin adalah kekuasaan yang agak palsu karen hitung-hitungannya tidak masuk akal,” tuturnya.

Menurut Rocky Gerung, kebijakan terbaru itu menunjukkan kegugupan Presiden Jokowi yang membuat masyarakat terus membicarakannya.

Ia mengatakan, mungkin menurut masyarakat sipil, kebijakan presiden itu untuk sementara berhasil menekan oligarki, namun sebenarnya tidak demikian.

“Menekan oligarki, membebani produsen petani itu juga ngaco kan,” katanya.

Menurut Rocky Gerung, Presiden Jokowi seolah-olah cerdas tetapi tidak cerdik karena dampak dari kebijakan tersebut akan panjang.

Dampak terbesar dari kebijakan melarang ekspor telah menerpa petani sawit yang notabene meminta presiden menjabat tiga periode.

“Petani yang justru meminta Presiden Jokowi tiga periode, tapi dicederai oleh Pak Jokowi,” katanya.

Lanjut Rocky Gerung mengatakan pendapatan petani sawit menjadi drop karena kebijakan. Selain itu, presiden lebih memilih memenangkan opini publik.

“Dan dia (presiden) memilih untuk menyogok masyarakat sipil kota atai konsumen kelas menengah,” ujarnya.

Tak hanya itu, Rocky Gerung juga menuturkan bahwa terdapat rekonsolidasi kekuasaan di balik ekonomi politik CPO.

“Saya melihat di belakang ekonomi politik CPO ini ada upaya untuk rekonsolidasi kekuasaan dan presiden pasti menginginkan itu,” katanya.

Rocky Gerung mengatakan, presiden mengetahui potensi untuk maju tiga periode, namun dihalangi oleh partainya sendiri PDIP.

Ia menuturkan bahwa Presiden Jokowi menganggap PDIP bukan lagi partai yang mengasuh atau melindunginya, sehingga membutuhkan partai lain.***


Gontaganti Kebijakan Soal Larangan Ekspor Minyak Sawit Rocky Gerung Presiden Ingin Pamer Kekuasaan