Dilihat : 149 kali

ARAH BAIK – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin sebagai tersangka dengan dugaan suap terkait pengurusan laporan keuangan Pemerintahan Kabupaten Bogor Tahun anggaran 2021.

Suap tersebut diduga untuk pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor Tahun Anggaran 2021 agar mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).                        

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) , KPK menyita barang bukti uang sebesar Rp1,024 miliar.

“Dalam kegiatan tangkap tangan ini KPK mengamankan bukti uang dalam pecahan rupiah dengan total Rp1,024 miliar yang terdiri dari uang tunai sebesar Rp570 juta dan uang yang ada pada rekening bank dengan jumlah sekitar Rp454 juta ,” ujar ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kamis 28 April 2022 dini hari.

Dalam hal ini, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, Ade akan ditahan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 April 2022 sampai dengan 16 Mei 2022.

Ketua KPK Firli Bahuri didampingi Ketua BPK Isma Yatun menyaksikan barang bukti saat konferensi pers penetapan dan penahanan sejumlah tersangka salah satunya Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis dinihari, 28 April 2022.

Bupati Kabupaten Bogor 2018 – 2023 Ade Yasin resmi mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis dinihari, 28 April 2022.

Selain Ade Yasin,KPK menahan delapan tersangka yakni Sekdis dinas PUPR Bogor (Maulana Adam), Kasubid Kas Daerah BPKAD Bogor  (Ihsan Ayatullah), PPK pada Dinas PUPR Bogor (Rizki Taufik) dan sebagai penerima suap pegawai BPK perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jabar III/Pengendali Teknis (Anton Merdiansyah), Ketua Tim Audit Interim BPK Bogor (Arko Maulana), Ketua Tim Audit (Nur Rahmatullah Karwita), pegawai BPK perwakilan Jawa Barat/pemeriksa (Geri Ginanjar Trie Rahmatullah).***


Ini Penampakan Tumpukan Uang Rp1 Miliar Barang Bukti Ott Ade Yasin