Dilihat : 149 kali

ARAH BAIK – Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun 2022 diprediksi akan terjadi pada tanggal 28-30 April 2022.

Meski begitu pemerintah, bahkan Presiden Joko Widodo secara langsung mengimbau agar masyarakat melakukan mudik lebih awal agar terhindar dari kepadatan jalan.

Hal itu dikarenakan nampaknya akan ada lonjakan kendaraan di masa arus mudik tahun ini. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), diperkirakan ada 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang akan dipakai pemudik pada Lebaran 2022.

Melihat prediksi data tersebut, diperkirakan akan terjadi kemacetan parah bila semua orang mudik di tanggal 28-30 April 2022.
"Untuk itu, saya mengajak masyarakat untuk menghindari puncak arus mudik pada 28, 29, dan 30 April 2022," kata Jokowi dalam siaran di YouTube Sekretariat Presiden, Senin 18 April 2022.

Sebelum melakukan mudik lebih awal, baiknya masyarakat mengetahui dulu berapa biaya yang akan dikeluarkan. Hal ini dilakukan untuk mengatur budget yang pas.

Bagi yang mau mudik pakai mobil pribadi, ada dua komponen utama yang mesti disiapkan. Mulai dari biaya untuk BBM hingga biaya tol. Kebutuhan seperti makan di perjalanan dan uang darurat juga perlu disiapkan.

Nah berikut ini, ada simulasi hitung-hitungan berangkat mudik lebaran menggunakan mobil pribadi. Sebagai contoh diambil rute mudik mulai dari Jakarta hingga ke Surabaya via jalur Tol Trans Jawa.

Untuk mudik Jakarta-Surabaya menggunakan Tol Trans Jawa, biaya tol yang perlu dikeluarkan sebanyak Rp 746.000. Jumlah itu dihitung dari data tarif tol yang diunggah akun Instagram @offcial.jasamarga.

Jumlah Rp 746.000 merupakan total biaya tol mulai dari Jakarta-Cikampek hingga ke GT Warugunung. Tarif yang diambil adalah tarif golongan I.

Berikut ini rinciannya:
1. Tol Jakarta-Cikampek = Rp 20.000
2. Tarif Tol Cikopo-Palimanan = Rp 119.000
3. Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) = Rp 12.500
4. Tol Kanci-Pejagan = Rp 29.500
5. Tol Pejagan-Pemalang = Rp 60.000
6. Tol Pemalang-Batang = Rp 45.000
7. Tol Batang-Semarang = Rp 86.000
8. Tol Semarang ABC = Rp 5.500
9. Tol Semarang ABC-Solo = Rp 75.000
10. Tol Solo-Ngawi = Rp 104.500
11. Tol Ngawi Kertosono = Rp 91.000
12. Tol Kertosono - Mojokerto = Rp 50.000
13. Tol Mojokerto Surabaya = Rp 39.000
14. GT Waru-Porong = Rp 9.000

Untuk bahan bakarnya, pemudik bisa saja memilih dua jenis BBM untuk digunakan. Bila ingin menggunakan Pertalite harganya Rp 7.650 per liter, sementara Pertamax harganya Rp 12.500.

Jarak Jakarta ke Surabaya bila melihat Google Maps mencapai sekitar 784 km, diambil dari titik Jakarta Pusat sekitar daerah Menteng.

Perhitungan bensin menggunakan rata-rata penggunaan bensin 1 liter dapat menempuh perjalanan 10 kilometer. Maka bila dihitung perkiraan jaraknya, kira-kira dari Jakarta ke Surabaya butuh bensin sebanyak 78,4 liter.

Nah kalau dihitung dengan harga BBM terkini, bila menggunakan Pertalite maka butuh uang bensin sekitar Rp 599.760. Sementara itu, bila menggunakan Pertamax harganya akan lebih mahal sekitar Rp 980.000.

Bila ditotal dengan tarif tol, bagi mobil pribadi yang menggunakan Pertalite perkiraan biayanya sebesar Rp 1.345.760. Sementara itu, bagi mobil pribadi yang menggunakan Pertamax perkiraan biayanya sebesar Rp 1.726.000.

Ingat biaya itu, belum termasuk makan di perjalanan dan hanya tarif untuk berangkat Jakarta ke Surabaya. Untuk biaya bensin juga baru hitungan kasar, belum dihitung jika terjadi kemacetan di jalan yang bisa menguras bensin.***


Lengkap Biaya Mudik Jakartasurabaya Pakai Mobil Pribadi Dari Bbm Hingga Tarif Tol