Dilihat : 147 kali

ARAH BAIK – Kemunculan Partai Mahasiswa Indonesia akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat publik.

Partai ini ramai diperbincangkan di tengah akdi demonstrasi mahasiswa menolak perpanjangan masa jabatan presiden Jokowi tiga periode.                         

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah mengkritik atas terbentuknya Partai Mahasiswa Indonesia tersebut.

Menurut Fahri Hamzah, penggunaan nama mahasiswa untuk partai dirasa tidak tepat.

“Dan dia (gelar mahasiswa juga datang kepada satu peristiwa yang sementara sifatnya, lalu pergi setelah selesai,” kata Fahri Hamzah kepada Tempo, Senin 25 April 2022.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa datang membawa suara hati rakyat dan menyuarakan kebenaran tanpa beban.

Setelah menyuarakan aspirasi rakyat , mahasiswa bisa pergi tanpa beban juga.

“Itu sebabnya mengorganisirnya dalam partai politik yang permanen adalah kesalahan yang bertentangan dengan khitah (garis besar perjuangan) dan sejarahnya, ya,” ujar Fahri Hamzah.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Ham Yasonna  Laoly menyerahkan data partai politik yang telah berbadan hukum kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum. Dalam data tersebut terdapat nama Partai Mahasiswa Indonesia.

Dalam data itu, kepengurusan partai per 21 Januari 2022 tertera namaEko Pratama sebagai Ketua Umum, Mohammad Al Hafiz sebagai Sekretaris Jenderal, dan Muhammad Akmal Mauludin sebagai Bendahara Umum.

Ketua Mahkamah tertera bernama  Teguh Ssetiawan, dan anggota mahkamah terdiri dari Davistha A, serta Rican. Partai ini memegang nomor Keputusan Menteri Hukum dan HAM M.HH-6.AH.11.01 Tahun 2022 pada 21 Januari 2022.

Partai Mahasiswa Indonesia berada pada urutan ke 69 dalam daftar partai politik Kemenkumham. Termuat juga lambing partai dan alamat di Jalan Duren Tiga Raya Nomor 19D Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dengan kode pos 12760.

Meskipun menggunakan nama mahasiswa, para pengurus partai itu disebut tidak aktif di gerakan mahasiswa.

BEM UI menyatakan tak mengenal atau pun mengetahui nama pengurus Partai Mahasiswa Indonesia. Mereka juga disebut tak pernah tergabung dalam gerakan Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI).***


Kemunculan Partai Mahasiswa Indonesia Bikin Resah Fahri Hamzah Bertentangan Dengan Khitah