Dilihat : 209 kali

ARAH BAIK - Ibadah puasa merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim yang berakal dan baligh.

Meskipun demikian, anak-anak sudah boleh diperkenalkan dengan ibadah puasa agar mereka terbiasa dengan kewajiban tersebut nantinya.

Bagi anak kecil, puasa dianggap sebagai kegiatan tidak makan dan tidak minum belaka tanpa mereka tahu apa makna dari menahan haus dan lapar itu sendiri. Sedangkan bagi orang tua, memang tidak mudah dalam mengajarkan dan memahamkan arti puasa bagi anak kecil.

Tak perlu pusing dan jauh-jauh untuk memahamkan arti puasa kepada anak kecil.

Lihatlah alam sekitar kita. Secara sunnatullah, sesungguhnya puasa tidak hanya diwajibkan kepada orang mukmin saja, beberapa jenis makhluk hidup juga melakukan puasa sebelum mendapatkan kualitas dan kelangsungan hidupnya.

Diantara sekian banyak puasa hewan yang dapat kita ambil pelajaran agar puasa kita mencapai derajat taqwa, ialah puasanya ular dan puasanya ulat.

Apa persamaan ular dan ulat? Keduanya berjalan dengan cara merayap. Tapi bukan cuma itu, ternyata ular dan ulat sama-sama dalam fase hidupnya menjalani puasa. Namun terdapat perbedaan ‘hasil’ dari puasanya.

Nah langsung saja kita simak penjelasan dibawah ini!

Puasa Ular :

Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu cara yang harus dilakukannya adalah ia harus mengganti kulitnya secara berkala.

Untuk mengganti kulit tersebut sang ular tidak serta merta bisa langsung menanggalkan kulit lamanya begitu saja. Tetapi ia harus berpuasa dalam kurun waktu tertentu terlebih dahulu, setelah puasanya selesai maka barulah kulit luarnya terlepas dan muncul kulit yang baru.

Namun meskipun sang ular sering berpuasa dan mengganti kulitnya, anehnya ia tetap seperti ular semula, tidak ada perubahan, baik tabiat dan kebiasaannya.

Sebuah Ibrah dari Puasanya Ular :

1. Wajah ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama.

2. Nama ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ular.

3. Makanan ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama.

4. Cara bergerak sebelum dan sesudah puasa tetap sama.

5. Tabiat dan sifat sebelum dan sesudah puasa tetap sama.

Puasa Ulat :

Ulat termasuk hewan yang rakus, Karena hampir sepanjang waktunya di habiskan untuk makan.

Tapi begitu sudah bosan menjadi ulat, ia akan melakukan perubahan dengan cara berpuasa untuk menjadi kupu-kupu, dan puasa yang ia kerjakan benar-benar sangat berkualitas, mulai dari mengasingkan diri, menjauhkan dari tempat makanan, membungkus badannya dengan kepompong, sehingga ia benar-benar berpuasa bukan sekedar menahan lapar dan haus saja tetapi mulut, mata dan anggota tubuh lainnya juga berpuasa dan berusaha menghindari segala bentuk hawa nafsu yang dapat mengganggu puasanya.

Setelah berminggu-minggu berpuasa, maka keluarlah dari kepompong seekor makhluk baru yang sangat indah bernama kupu-kupu.

Kini sang ulat setelah berpuasa dan mengganti kulitnya, Ia juga mengalami perubahan pada tabiat dan kebiasaannya.

Sebuah Ibrah dari Puasanya Ulat :

1. Wajah ulat sesudah puasa berubah indah mempesona.

2. Nama ulat sesudah puasa berubah menjadi kupu-kupu.

3. Makanan ulat sesudah puasa berubah menghisap madu.

4. Cara bergerak ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah terbang di awang-awang.

5. Tabiat dan sifat berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu penyerbukan bunga.

Puasa yang dijalani oleh umat Islam pada bulan Ramadhan ini juga bisa seperti ular atau ulat.

Jika puasanya hanya sekadar ritual rutin belaka, saat lebaran hanya berubah jadi memakai baju baru tanpa ada perubahan karakter yang lebih baik, maka itu tipe puasa ular.

Jadi hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja, hanya menggugurkan kewajiban saja, tidak mendapatkan pahala dan ampunan dari Allah SWT.

Demikianlah, sesungguhnya hakikat dari puasa kita harus bisa berubah menjadi lebih baik, bukan tetap pada sifat dan kebiasaan lama yang sama, sebab puasa bukanlah hanya sekedar menahan lapar dan haus saja, namun kita juga harus menahan dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik, sehingga kedepan kita bisa menjadi lebih baik lagi dari pada hari ini.***


Mengambil Pelajaran Dari Puasa Ular Dan Puasa Ulat