Dilihat : 137 kali

ARAH BAIK - Kejaksaan Agung secara resmi menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor bahan baku minyak goreng.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, Indrasari Wisnu Wardhana ditetapkan menjadi tersangka bersama tiga orang lainnya yakni Master Parulian Tumanggor (MPT) Komisaris PT Wilma Nabati Indonesia; Stanley MA (SMA) Senior Manager PT Permata Hijau; dan Pierre Togar Sitanggang (PTS) Manager Affair PT Musim Mas.

Adapun harta kekayaan tahunan yang dilaporkan Indrasari untuk periode 2020 adalah ketika masih menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga pada Kemendag. Saat itu, ia melaporkan harta kekayaan senilai sekitar Rp 4,4 miliar.                                                                    

Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor bahan baku minyak goreng.

Sebelum menjadi Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia, Master pernah menjabat sebagai Bupati Dairi ke-18 sejak 1999 hingga 2009. Situs resmi elhkpn.kpk.go.id mencatat, total kekayaan Master sekitar Rp 1,5 miliar.

Senior Manager Corporate Affairs PT Permata Hijau Group, Stanley MA masuk dalam daftar tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor bahan baku minyak goreng.

Stanley diketahui sudah bekerja di Permata Hijau Group selama lebih dari 15 tahun. Sebelumnya, ia sempat bekerja di Wilmar International selama 1,5 tahun sebagai Internal Auditor.

General Manager PT Musim Mas, Togar Sitanggang ikut menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor bahan baku minyak goreng.

Togar diketahui sudah bekerja di industri kelapa sawit selama lebih dari 20 tahun, dengan berbagai posisi. Menurut akun LinkedIn-nya, ia sudah bekerja di PT Musim Mas selama 10 tahun.***


Ini Profil 4 Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng