Dilihat : 118 kali

ARAH BAIK – Kepolisian RI menjadi sorotan publik pasca menetapkan seorang korban begal di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat sebagai tersangka pembunuhan atas pelaku begal.

Korban begal atas nama Amaq Sinta (34) bahkan sempat ditahan di Mapolres Lombok Tengah karena menusuk dua dari empat pelaku begal hingga tewas.                       

Pasalnya, penyidikan kasus korban begal yang diduga membunuh dua pelaku begal di jalan raya wilayah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dihentikan oleh pihak kepolisian.

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Inspektur Jenderal Polisi Djoko Poerwanto mengatakan, kasus tersebut dihentikan penyidik berdasarkan hasil gelar perkara khusus kepolisian.

"Dari gelar perkara khusus, dinyatakan bahwa penyidik tidak menemukan unsur perbuatan melawan hukum baik secara materiil maupun formil," kata Djoko.

Penyidik kata dia melihat perbuatan AS sebagai bentuk pembelaan terpaksa sesuai yang diatur dalam Pasal 49 ayat 1 KUHP tentang Pembelaan Terpaksa (Noodweer).

Penghentian penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara khusus ini dilakukan kepolisian karena persoalan tersebut menjadi perhatian publik.

Di sisi lain, viral di media sosial tayangan konferensi pers yang diadakan oleh Polres Lombok Tengah.

Saat itu, seorang wartawan bertanya kepada polisi bagaimana masyarakat harus bersikap saat bertemu begal di jalanan. Tayangan video konferensi pers tersebut dibagikan melalui akun Instagram majeliskopi08.

"Di sesi tanya jawab Konferensi Pers Polres Lombok Tengah seorang jurnalis bertanya bagaimana seharusnya sikap masyarakat jika menghadapi begal, yang aman di depan hukum pasrah? lari? atau bagaimana?" tulis keterangan unggahan dikutip, Minggu 17 April 2022.

"Tips bagi masyarakat yang ketemu begal di jalan seperti kronologi tadi agar mereka tidak membunuhnya itu gimana?," tanya seorang wartawan pada Wakapolres.

Polisi pun memberi jawaban bahwa di negara Indonesia ini dilarang untuk main hakim sendiri karena itu juga merupakan tindak pidana.

"Jadi harus lari gitu? Tinggalkan motor?," tanya wartawan.

Polisi menjawab sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak keluar rumah sendirian.

"Jadi paling tidak kalau keluar malam jangan sendirian (bersama teman). Apabila menuju jalan-jalan yang sepi itu tidak sendiri dan jangan bawa barang berharga," ucap polisi.

"Jangan sampai membunuh begal begitu?," tanya wartawan menanggapi jawaban polisi.

Dia menegaskan bahwa membunuh adalah perbuatan yang dilarang oleh hukum, baik sebagai pelaku maupun korban.

Selanjutnya, wartawan kembali melontarkan satu pertanyaan lagi pada Wakapolres untuk memastikan bahwa begal juga tidak boleh membunuh korban.

"Dan begal jangan membunuh korban gitu?," tanya wartawan yang diikuti gelak tawa oleh yang lain.

Polisi menjawab bahwa itu merupakan hal yang berbeda. Ia menegaskan bahwa begal adalah pelaku kejahatan.

"Kalau itu beda. Itu kan pelaku kejahatan. Nanti ini kita akan tetap dalami ya," kata polisi.

Alhasil, jawaban perwira menengah itu ketika ditanyai oleh awak media menjadi viral dan menuai sorotan warganet. Karena dinilai menimbulkan kebingungan.***


Wartawan Tanya Tips Hadapi Begal Agar Tak Jadi Tersangka Polisi Keluar Malam Jangan Sendirian