Dilihat : 117 kali

ARAH BAIK - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengakui negaranya tertinggal dari sejumlah negara di ASEAN, termasuk Indonesia dari sisi Pembangunan.

Menurut Mahathir, pembangunan di Malaysia tertinggal dibandingkan Indonesia, Vietnam bahkan Afrika. Pernyataan itu ia ungkapkan melalui akun Twitter resminya pada Senin, 18 April 2022.

Mahathir mengatakan siap menerima bahwa dari segi pembangunan, Malaysia belakangan ini tertinggal dari Indonesia dan Vietnam serta tentu saja selalu berada di belakang Singapura.

Tak hanya itu, Malaysia bahkan tertinggal dari Afrika. Ia mengaku terkejut lantaran negaranya berada di belakang beberapa negara Afrika lantaran ketidaksiapan menggunakan teknologi terkini.

Malaysia, kata Mahathir, menolak teknologi karena dapat mengungkap perbuatan salah anggota parlemennya. Padahal teknologi itu mencapai efisiensi dan membatasi korupsi.

Menurut Mahathir, Malaysia kehilangan banyak uang karena menolak cara-cara pengelolaan yang lebih baik. Ia juga mengklaim anggota DPR menolak penggunaan teknologi baru karena banyak yang terlibat dalam bisnis ekspor dan impor.

“Saya diberi tahu bahwa jika kita mengadopsi teknologi baru, ini akan ada protes keras dari anggota DPR. Tampaknya banyak dari mereka yang terlibat dalam bisnis ekspor dan impor,” ucap Mahathir.

Alhasil, Malaysia terus merugi lantaran tak menggunakan tata cara pengelolaan pembangunan yang lebih baik. Sementara itu di Afrika, negara tersebut malah bisa menghemat miliaran dolar karena manajemen yang baik.

Ia membandingkan Malaysia dengan negara-negara di Afrika.

“Afrika menggunakan peralatan baru yang lebih efisien. Mereka sudah menggambar di depan kita,” ucapnya.

Mahathir pun menyindir Malaysia seharusnya tidak perlu merasa malu lantaran disalip oleh negara-negara di Afrika.

“Bukankah kita telah diberitahu bahwa mencuri uang pemerintah bukanlah sesuatu yang kita harus merasa malu. Jika bos kita melakukannya (korupsi), tidak apa-apa,” ucapnya.

Mahathir melanjutkan sindirannya bahwa mengadopsi teknologi baru hanya menyebabkan pembuat undang-undang negara itu merugi.

“Tolak itu. Biarkan negara bangkrut. Hanya negara yang merugi. Anda tidak kalah. Tidak apa-apa,” ucap Mahathir.

Bukan kali ini saja Mahathir menyoroti soal korupsi di Malaysia.

Saat bekas PM Malaysia Najib Razak dituding menerima aliran dana dari proyek 1MDB, Mahathir turut berkomentar. Ia mengatakan korupsi di negaranya lebih besar dibandingkan Indonesia.***


Alasan Mahathir Mohamad Sebut Pembangunan Malaysia Kalah Dari Indonesia Bahkan Afrika