Dilihat : 56 kali

ARAH BAIK – Setelah kasus Omicron mulai melandai, kini dunia dihebohkan kemunculan virus corona varian baru yaitu Deltacron.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa varian baru virus SARS Cov-2 atau corona telah ditemukan di beberapa negara Eropa.

WHO mengatakan varian baru itu merupakan kombinasi antara Delta dan Omicron atau Deltacron.

Varian Deltacron disebut telah terdeteksi di Prancis, Belanda dan Denmark.

Philippe Colson dari IHU Mediterranee Infection di Marseille , Prancis mengatakan selama pandemi SARS Cov-2, ada dua varian atau lebih telah beredar bersama dan di wilayah geografis yang sama.

“Ini menciptakan peluang untuk rekombinasi antara dua varian ini (Delta dan Omicron),” katanya  dilansir dari Times of India, Sabtu 12 Maret 2022.

Colson bersama timnya mengungkap bahwa tiga pasien di Prancis yang terinfeksi SARS Cov-2 menunjukkan penggabungan protein lonjakan dari varian Omicron dengan tubuh Delta.

Rekombinasi terjadi ketika dua genom virus berbeda menginfeksi sel inang yang sama dan bertukar materi genetik selama replikasi untuk menghasilkan keturunan virus baru.

“Para ahli dan epidimiologi mengklaim bahwa contoh rekombinasi virus sangat jarang karena tidak ada bukti klinis untuk membuktikan keberadaan yang sama. Tetapi dengan pengumuman yang dibuat WHO dan sesuai dengan temuan baru-baru ini, kami terpaksa berpikir sebaliknya,” ujar Colson.

Namun, para ahli mengatakan terlalu dini untuk mengkhawatirkan Deltacron.

Maria Van Kerkhove dari WHO menjelaskan di akun Twitter bagaimana ini diharapkan, terutama dengan sirkulasi Omicron dan Delta yang intens.

Kerkhove mengatakan di tempat-tempat dimana Deltacron terdeteksi jumlahnya sangat rendah dan belum ada perubahan dalam epidemiologi yang menyangkut varian SARS Cov-2 baru.

“Kami belum melihat perubahan dalam tingkat keparahannya. Tetapi ada banyak penelitian yang sedang berlangsung,” katannya.

SARS Cov-2 merupakan virus yang dapat berevolusi dari waktu ke waktu sehingga dapat memunculkan varian baru baik itu dari strain lama atau asli.

Varian baru mungkin memiliki kemampua berbeda dalam menginfeksi seseorang danmemiliki urutan genom berbeda yang memungkinkannya menghindari antibody atau vaksin.

Dibandingkan dengan varian sebelumnya, Delta lebih parah, menular dan berbahaya.

 Setelahnya muncul Omicron yang meski lebih ringan menyebabkan penularan meluas dan juga ditemukan menginfeksi kembali beberapa pasien yang sebelumnya mengidap SARS Cov-2.***


Heboh Varian Baru Virus Corona Deltacron Begini Faktanya