Dilihat : 53 kali

ARAH BAIK - Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 resmi dirilis. Bank sentral mengarahkan pada modernisasi infrastruktur sistem pembayaran ritel yang lebih efisien dan aman dengan memanfaatkan teknologi terkini yang diwujudkan ke dalam inisiatif Sistem Pembayaran Ritel.

Transformasi yang dilakukan BI salah satunya dengan menggantikan nomor rekening bank yang dimiliki banyak orang di mana akan menjelma menjadi 'Payment ID'.

Sistem pembayaran ritel nasional akan ditata dalam sebuah konfigurasi baru yang memungkinkan terbentuknya ekosistem digital yang sehat.

"End state dari konfigurasi tersebut adalah sistem yang bersifat real time, beroperasi 24/7, efisien, murah, dan aman. Untuk itu, perlu dikembangkan infrastruktur sistem pembayaran yang tersedia setiap saat (24/7) dan mampu melayani berbagai transaksi pembayaran antar nasabah dengan memanfaatkan Payment ID," tulis BI dalam laporannya Senin 18 April 2022.

BI menjelaskan, kondisi pengelolaan infrastruktur data granular yang muncul dari aktivitas digital di Indonesia saat ini masih mengandung sejumlah permasalahan.

"Sekat-sekat (silos) data relatif kuat," tulis BI.

Sejumlah pelaku cenderung mengembangkan infrastrukturnya sendiri dan mengarah pada dominasi pasar.

Namun sebaliknya, tidak sedikit pelaku industri, khususnya di sistem pembayaran, belum mengoptimalkan digital ID, sebaliknya kesadaran masyarakat atas proteksi data pribadi masih rendah.

"Untuk itu, BSPI 2025 merumuskan inisiatif keempat yaitu Data yang mengarah pada infrastruktur publik untuk data dan informasi pembayaran yang menjamin keterbukaan akses dan proteksi data pribadi konsumen."

Infrastruktur tersebut akan menghubungkan seluruh transaksi pembayaran dan menata aliran data pembayaran. Data granular transaksi pembayaran yang diakumulasi akan ditransformasi menjadi konten informasi bernilai tambah tinggi yang memungkinkan pengembangan inovasi pembayaran dan memperdalam inklusi ekonomi dan keuangan.

Keterbukaan akses yang dilengkapi perlindungan data tersebut akan menjamin keberlangsungan inovasi dan partisipasi agen ekonomi yang lebih luas dan mencegah potensi monopoli data oleh satu atau sedikit pihak.

Identitas digital (Digital ID) menjadi pondasi penting dalam infrastruktur publik untuk data yang membuka pintu akses layanan pembayaran ke seluruh sisi perekonomian termasuk di luar layanan keuangan.

"Untuk itu, Bank Indonesia akan membangun Payment ID yang memanfaatkan data granular dari transaksi pembayaran. Payment ID tersebut akan memungkinkan big data yang diperoleh dari transaksi pembayaran diolah lebih lanjut menjadi konten informasi yang bernilai tambah tinggi untuk inklusi ekonomi dan keuangan," tulis BI.

Bank Indonesia akan memprioritaskan ketersediaan Payment ID yang andal, mudah diverifikasi, dan dapat digunakan untuk memfasilitasi akses ke layanan keuangan digital.

"Atribut Payment ID akan diselaraskan dengan berbagai proxy ID yang dikembangkan pada infrastruktur sistem pembayaran ritel," tulis BI.

Payment ID juga akan dikembangkan sebagai unique key/parameter yang menghubungkan secara elektronis berbagai penyaluran subsidi dan transfer pemerintah ke rekening bank milik individu penerima subdisi.

Penerima subsidi akan diidentifikasi dan diotentikasi berdasarkan Payment ID-nya, termasuk untuk proses digital KYC.

"Strategi ini tidak hanya akan meningkatkan akurasi penyaluran subsidi Pemerintah, namun juga mendorong inklusi ekonomi-keuangan yang lebih luas," tulis BI.***


Kiamat Rekening Bank Inilah Payment Id Cara Baru Transaksi