Dilihat : 138 kali

ARAH BAIK – Tak hanya dihuni oleh orang-orang yang berpikiran jauh ke depan, Partai Gelora juga dihuni oleh orang-orang yang berani.

Ma’ruffin mengatakan hanya Partai Gelora yang berani mengusulkan pemisahan jadwal pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).                                                  

Beberapa waktu lalu Partai Gelora mengajukan uji materi UU Pemilu ke Mahkamah Konstitusi mengenai jadwal pileg dan pilpres serentak.

Partai Gelora mengungkapkan bahwa jadwal pemilihan serentak akan merugikan partai-partai yang akan mengikuti pesta legislatif tersebut.

Ma’ruffin mengatakan jika DPR dan DPRD diselenggarakan lebih awal, maka calon presiden dan wakilnya pada pemilu 2024 tidak didasari pada perolehan kursi partai politik DPR hasil Pemilu 2019.

Dengan begitu, semua partai politik mempunyai hak dan peluang yang sama dan tidak mendapatkan perlakuan berbeda antar partai politik yang akan mengikuti Pemilu 2024.

Ma’ruffin juga mengatakan Partai Gelora yang berani melakukan Judicial Review terhadap Presidential Threshold 0% dan Parliamentary Threshold 0%.

Tak hanya itu saja, fraksi di DPR juga diusulkan untuk dihapus sebab dinilai sebagai alat kepentingan ketua umum partai dan elite-elite politik lainnya.

Sehingga dengan pengajuan tersebut demokrasi di Indonesia benar-benar adil dan tidak hanya dikuasai oleh partai-partai politik tertentu.***


Maruffin Hanya Partai Gelora Yang Berani Memisahkan Jadwal Pileg Dan Pilpres