Dilihat : 154 kali

ARAH BAIK - Arab Saudi mengeluarkan pernyataan keras kepada Israel.

Raja Salman bin Abdulaziz mengutuk pasukan negeri Yahudi karena menyerang warga Muslim Palestina ketika sedang menjalankan ibadah di komplek Masjid Al-Aqsa, Yerussalem Jumat 15 April 2022.

"Eskalasi sistematis ini adalah serangan terang-terangan terhadap kesucian Masjid al-Aqsha dan di jantung negara Islam," kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, dikutip dari Al-arabiya, Senin 18 April 2024.

Kerajaan Arab Saudi mendesak masyarakat internasional meminta pertanggungjawaban pasukan Israel. Kerajaan menyerukan ada kebutuhan untuk menghidupi kembali upaya perdamaian di Timur Tengah.

Diketahui bahwa Polisi Israel menyerang warga Palestina saat ribuan warga Palestina berada di masjid Al-Aqsa untuk melaksankan shalat selama bulan suci Ramadhan.

Sementara Israel menuduh bahwa pria yang membawa bendera Palestina dan Hamas berada di kompleks dengan senjata batu.

Para pejabat Palestina mengatakan lebih dari 150 warga Palestina, termasuk perempuan terluka akibat insiden tersebut.

Meningkatnya kekerasan ini dikhawatirkan memicu bentrokan baru antara warga Palestina dan Israel.

Tahun lalu, selama Ramadhan, kekerasan serupa pecah dan memicu konflik terbesar dalam  beberapa tahun antara Hamas dan Israel.

Perang bahkan terjadi hingga 11 hari. Gencatan senjata berhasil dilakukan setelah intervensi oleh mediator, termasuk Mesir, Yordania, dan Amerika Serikat (AS).

Sementara, kecaman juga  datang dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dikutip dari CNA, Erdogan telah memberi tahu Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahwa ia mengutuk intervensi Israel terhadap jamaah di masjid Al-Aqsa Yerusalem.

"Saya memberi tahu Abbas bahwa saya sangat mengutuk intervensi Israel terhadap jamaah di Masjid Al-Aqsa dan bahwa kami akan menentang provokasi dan ancaman terhadap status atau semangatnya," kata Erdogan di Twitter.

“Turki selalu mendukung Palestina,” ungkapnya.

Komentar Erdogan muncul di tengah upaya Turki dan Israel dalam beberapa minggu terakhir untuk menormalkan hubungan mereka yang telah lama tegang. Presiden Israel juga sempat mengunjungi Turki pada bulan lalu.***


Raja Salman Murka Arab Saudi Kecam Keras Israel