Dilihat : 52 kali

ARAH BAIK - Asal muasal barang-barang mewah Indra Kenz, Crazy Rich Medan yang tengah bermasalah pada kasus investasi bodong aplikasi Binomo, kini mulai muncul titik terang.

Ternyata, barang mewah tersebut bukanlah milik Indra Kenz, melainkan barang pinjaman. Apakah itu benar?

Asumsi tersebut muncul ketika penyidik telah melakukan inventarisasi pada aset milik Indra Kenz. Terus, barang apa saja yang ternyata hanya barang pinjaman?

Polisi berasumsi bahwasanya barang-barang mewah tersebut hanya barang pinjaman.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan menuturkan bahwa pihaknya sedang bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Tranksaksi Keuangan (PPATK) demi kepentingan pendalaman kasus tersebut.

“Terkait Binomo tersebut kami sedang berkoordinasi dengan PPATK dan ada dugaan bahwa Binomo tersebut adanya di Indonesia. Pemilik ada di Indonesia,” ucap Whisnu di Jakarta, (10/3/2022).

Ia menyampaikan bahwa timnya telah menelusuri lebih lanjut terkait dengan kepemilikan Binomo tersebut lewat perusahaan payment gateway di Binomo.

Sampai saat ini, timnya masih dalam proses penelusuran pemilik Binomo tersebut.

Polisi telah menetapkan Indra Kenz sebagai tersangka dalam dugaan kasus penipuan yang telah ia lakukan yang mana penipuan tersebut berkedok trading binary option lewat platform Binomo.

Indra Kenz ditetapkan menjadi tersangka berdasarkan pada hasil gelar perkara yang telah dilakukan, selain itu, penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap beberapa barang bukti.

Salah satunya ialah akun YouTube milik Indra Kenz hingga bukti-bukti tranksaksinya terkait dengan dugaan tindak pidana.

Indra Kenz juga dijerat dengan beberapa pasal, yakni Pasal 45 Ayat 2 Juncto Pasal 27 Ayat 2 UU ITE, Pasal 45 Ayat 1 Juncto Pasal 28 Ayat 1 UU ITE, Pasal 3 Ayat 3 UU No. 8 Tahun 2010 tentang TPPU, Pasal 5 UU No. 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Kemudian Pasal 10 UU No. 8 Tahun 2010 tentang TPPU, Pasal 378 KUHP Juncto Pasal Pasal 55 KUHP.

Dari beberapa pasal yang menjerat Indra Kenz tersebut, ia terancam hukuman 20 tahun penjara. Sampai saat ini, Indra Kenz telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Usut punya usut, hasil kekayaan yang telah diperoleh Indra Kenz dari penipuan berkedok binary option ialah berupa beberapa rumah mewah, mobil-mobil mewah hingga usaha dan bisnis yang ia miliki.***


Terungkap Ternyata Barangbarang Mewah Indra Kenz Selama Ini Bukanlah Milik Pribadi