Dilihat : 146 kali

ARAH BAIK - Ketua Umum Ormas Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) Ade Armando dipukuli massa demo mahasiswa di depan gedung DPR. Ade memang sejak siang berada di depan Gedung DPR.

Ade terpantau berada di depan Gedung DPR sejak pukuk 11.00 sebelum mahasiswa merapat.

Sebelum peristiwa demonstrasi, Ade Armando menyatakan hadir karena ingin memantau dan mendukung aspirasi mahasiswa.

"Saya tidak ikut demo. Tetapi saya mantau dan saya ingin menyatakan mendukung," kata Ade sebelum demonstrasi di depan Gedung DPR, Senin 11 April 2022.

Ade mengaku mendukung pergerakan mahasiswa menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. Ia mendukung mahasiswa langsung menyampaikan kepada parlemen penolakan perpanjangan masa jabatan presiden.

Menurutnya mahasiswa perlu menyuarakan kepada parlemen yang memang punya kewenangan melakukan amandemen konstitusi. Terutama agar didengar partai politik di parlemen.

Ia sempat menyayangkan perkubuan di BEM SI. Kata Ade ada kelompok BEM SI Rakyat dan BEM SI Kerakyatan. Yang turun dalam aksi hari senin hanya BEM SI Rakyat Bangkit.

Dosen Universitas Indonesia ini khawatir gerakan mahasiswa ditunggangi karena masing-masing mempunyai agenda sendiri. Ia duga aliansi BEM ini punya patron masing-masing.

Pada kesempatan kali ini Ade menyampaikan kekhawatirannya demonstrasi mahasiswa menjadi kacau. Apalagi ada penumpang gelap seperti anak-anak STM yang hanya mencari keributan.

Kronologi kejadian Ade Armando Dikeroyok

Sekjen Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) sekaligus sahabat Ade, Nong Darol Mahmada menjelaskan pada pukul 14.00 WIB Ade Armando didampingin dua kamerawan (Indra Jaya Putra dan Bambang T) dan dua penulis (Belmondo Scorpio dan Rama) melakukan peliputan aksi Demo di Gedung DPR. Ade Armando dan tim datang melakukan peliputan atas nama Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS).

Menurut Nong, awalnya tidak ada masalah, bahkan beberapa media massa mewawancarai Ade Armando. Lalu pada pukul 15.35 WIB, tim menyepakati untuk menyudahi peliputan. Posisinya saat itu berada di depan pintu gerbang utama DPR.

Pada pukul 15.40 WIB, Ade tiba-tiba didatangi oleh seorang ibu-ibu yang tidak dikenal sambil memaki-makinya. Makian ibu-ibu inilah yang memicu massa bertindak beringas. Mereka semua mengepung Ade Armando dan tim.

Lalu, pada pukul 15.41, Ade dan tim kemudian mundur ke dinding pagar DPR. Kemudian didatangi massa yang mendorong-dorong Ade Armando. Kemudian tim liputan bergeser ke sebelah kiri depan Gedung DPR.

“Mereka hendak meninggalkan lokasi karena sudah tidak kondusif,” ujar Nong.

Namun, sambung Nong, beberapa saat kemudian Ade dan tim dihampiri oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, mereka tiba-tiba langsung menyerang. Orang yang menyerang ini sama dengan orang yang sebelumnya mengepung Ade dan tim. Sepertinya pengepungan dilakukan untuk menutup penyerangan dari pantauan petugas.

Menurutnya, anggota tim liputan berusaha melindungi Ade Armando yang terus menerus diseranag dan dipukuli tetepi tim terjatuh dan terpental. Karena mungkin tidak bisa menolong, tim yang terpental mencari polisi untuk meminta pertolongan.

“Polisi kemudian datang dan memberikan pertolongan. Setelah diamankan dan ditarik ke dalam gedung DPR oleh pihak kepolisian, Ade Armando mendapatkan penanganan dokter polisi pada pukul 16.10 WIB. Kondisinya sadar, bisa berkomunikasi, dan menghubungi keluarganya,” ucapnya.

dikarenakan ada penyekatan massa, Nong melanjutkan Ade Armando baru bisa dievakuasi sekitar pukul 18.00 WIB sampai ke RS. Saat ini, kondisi Ade Armando terus dalam pantauan dokter. Dia mengalami luka serius di bagian wajah, kepala, dan sekujur tubuhnya.

“Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ada pendarahan dalam di bagian kepala. Ade Armando beberapa kali muntah dengan mengeluarkan darah. Kini tim kedokteran sedang berusaha menangani Ade Armando,” tutur Nong

Terkait kondisi Ade Armando, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran angkat biacara.

Fadil menjelaskan Ade mengalami luka serius usai dikeroyok. Ade mendapati luka di bagian kepalanya.

Disebutkan pula, Ade mendapati luka di bagian kepalanya.

"Kondisi Ade Armando cukup memprihatinkan, beliau terluka di bagian kepala," kata Fadil kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Senin 11 April 2022.

Kini, Ade telah mendapat perawatan intensif di sebuah rumah sakit.

Fadil menjelaskan awalnya Ade sempat ditangani tim dokter Polda Metro Jaya, kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Mengenai aksi ini, Nong menegaskan pihaknya mengutuk keras perlakuan biadab terhadap Ade Armando. Perlakuan ini menunjukan betapa kebiadaban telah menjadi pertunjukan memuakkan. Pihaknya berharap pelaku penganiayaan terhadap Ade Armando segera ditangkap karena ini bukan insiden biasa.***


Kondisi Ade Armando Sebelum Hingga Pasca Dikeroyok