Dilihat : 50 kali

ARAH BAIK – Presiden Israel Isaac Herzog untuk pertama kalinya dalam 14 tahun mengunjungi Turki untuk bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Herzog bertemu dengan Erdogan di Ankara pada Rabu, 9 Maret 2022.

Kunjungan Herzog ke Turki tersebut menuai kritik dari Hamas yang berkantor di Instanbul.

Hamas mengungkapkan keprihatinannya atas kunjungan para pemimpin dari entitas Zionis di sejumlah negara Arab dan Islam.

Turki, menurut Hamas telah dianggap sebagai sekutu utamanya karena telah banyak membela hak-hak warga Palestina.

Beberapa pekan terakhir, tersiar laporan yang belum terverifikasi bahwa Turki sedang berupaya menutup kantor Hamas di Instanbul.

Namun, laporan itu telah dibantah oleh Hamas bahwa tidak ada penutupan kantor.

November tahun 2021 lalu, Menlu Israel Yair Lapid menginisiasi Turki untuk menutup kantor Hamas di Istanbul.

Lapid meminta Turki menutup kantor Hamas dengan alasan mencegah tindakan terorisme.

Israel dan Turki menurut media berita Hareetz telah berusaha memulihkan hubungan bilateralnya dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami tak bisa selalu seiya sekata. Hubungan antara Israel dan Turki pun pasti mengalami pasang surut. Namun, kami akan mencoba memulai kembali hubungan kami,” kata Herzog.

Herzog berharap setelah kunjungannya, hubungan serius Israel dan Turki dapat berjalan dengan baik.

Dalam pertemuan itu Erdogan menyampaikan soal keprihatinannya terhadap Palestina dan menekankan perlunya meningkatkan ekonomi Palestina serta pelestarian Al-Aqsa.

Menurut Erdogan, dua negara bagian (Palestina dan Israel) agar hidup berdampingan tetap menjadi tujuan penting.

“Saya menegaskan kembali pandangan kami bahwa anti-Semitisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan,” tambahnya.

Erdogan pun mengatakan bahwa Turki siap bekerja sama dengan Israel di sektor energi.

Dia menekankan harapannya terhadap perdagangan dengan Israel akan melampaui USD 10 miliar pada tahun 2022 ini dari saat ini yang mencapai USD 8,5 miliar.

Herzog dan Erdogan pun sama-sama mengutarakan bahwa Menlu Turki direncanakan mengunjungi Israel pada bulan April nanti untuk bertemu Menlu Yair Lapid setelah 4 tahun tanpa duta besar.***


Pertemuan Erdogan Dengan Pemimpin Israel Tuai Kritik Dari Hamas