Dilihat : 190 kali

ARAH BAIK - Markas Besar (Mabes) Polri buka suara mengenai aksi unjuk rasa yang berjalan pada Senin, 11 April 2022.

Menurut Mabes Polri, aksi kemarin yang digelar mahasiswa dapat dikendalikan secara aman dan pengawalan dari Kepolisian Daerah (Polda).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi di Mabes Polri, Jakarta menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada mahsiswa yang mengikuti demo, karena telah menyampaikan aspirasi dengan santun

“Polri memberikan apresiasi, ucapan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah menyampaikan aspirasinya dengan cara-cara yang lebih santun. Kami mengingatkan ini bulan suci Ramadhan, kita harus menghormati hak-hak orang lain yang sedang menjalankan ibadah,” ujarnya.

Selain itu, terdapat laporan dari beberapa Polda terkait pengendalian aksi unjuk rasa di setiap daerah, menurut Dedi dapat berjalan dengan baik.

“Laporan yang kami dapat dari beberapa Polda, data masih direkap, tapi secara umum untuk pengendalian, unjuk rasa pada hari ini dapat dikendalikan dengan baik,” ucap Dedi.

Meski tidak bisa dipungkiri, di sejumlah titik daerah sempat terjadi insiden yang menimbulkan korban luka, baik dari kelompok masyaraakt maupun dari Polri.

Namun, aksi yang sempat kacau tersebut dapat dikendalikan dengan baik oleh pihak Kepolisian.

“Dari beberapa kejadian, ada beberapa korban anggota Polri. Sudah disebutkan di Polda Metro Jaya ada enam orang, di Sulsel ada jatuh korban, dari masyarakat pun juga ada, tapi jumlahnya masih kami hitung, tapi jumlahnya sedikit,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, terkait kasus meninggalnya anggoota Polda Sluawesu Tengah, Ipda Imam Agus Husain saat mengamankan aksi unjuk rasa bukan karena terlibat bentrok saat demo berlangsung, tetepi mengalami benturan fisik pada mobil.

“Meninggalnya karena ada insiden kecelakaan yang mengakibatkan anggota mengalami benturan fisik kena mobil,” ucapnya, dikutip dari Antara.

Dedi mengatakan, hingga pada Senin malam, belum semua Polda melaporkan hasil pengamanan dan pengawalan terhadap aksi demo di setiap daerah karena masih ada aksi yang masih berjalan.

Lebih lanjutnya, hanya di Jakarta saja yang mendapat pengawalan terhadap aksi demo tersebut sampai benar-benar selesai, agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan.

Karena, dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di beberapa daerah, seperti Polda Metro Jaya, adanya keterlibatan Kelompok Anarko yang menyusup.

“Ini terlihat dari identitas bajunya, kemudian kekhasannya dia. Ini masih didalami oleh rekan-rekan Polda Metro Jaya dan juga di beberapa wilayah,” ucap Dedi.***


Mabes Polri Ucapkan Terima Kasih Atas Kesantunan Mahasiswa Dalam Menyampaikan Aspirasi