Dilihat : 153 kali

ARAH BAIK – Di Indonesia sendiri orang-orang yang berpikir pragmatis jumlahnya jauh lebih banyak daripada mereka yang ideologis.

Ma’ruffin menyebut bahwa merubah orang yang berpikiran pragmatis adalah tatangan besar negeri ini.

“Tantangan besar masa depan negeri ini adalah mengubah mindset pragmatis menjadi ideologis baik pemimpin itu sendiri maupun orang yang dipimpinnya,” kata Ma’ruffin.

Lalu apa itu mindset pragmatis dan ideologis?

Menurut pencipta kata ideologi, Antonie Destutt de Tracy mengatakan ideologi adalah respon yang dialami orang ketika mereka berinteraksi dengan dunia materi.

Tracy menyebut ideologi itu sebagai terbentuknya ide-ide yang ada di pikiran mereka karena sensasi akibat interaksi dengan dunia materi.

Ide-ide tersebut adalah realita ideal yang akan terwujud untuk memperbaiki kondisi yang buruk.

Sedangkan, pragmatisme yang diciptakan filsuf Amerika Serikat Charles Sanders Pierce disebut mengenai konsep kepraktisan.

Pragmatisme merupakan pemikiran (ide dan gagasan) sebagai alat untuk memprediksi dan menyelesaikan masalah melalui tindakan praktis.

Kata pragmatisme dan ideologis di Indonesia tak terlepas dari dunia politik di dalamnya.

Permasalahan  politik di negeri tercinta Indonesia ini adalah politik uang atau juga sering disebut money politic.

Ma’ruffin mengatakan Indonesia membutuhkan pemimpin yang membuat kebijakan harus berlandaskan kemakmuran rakyat.

“Masa depan Indonesia membutuhkan pemimpin yang dalam setiap tindakannya berlandaskan kemakmuran rakyat dengan tidak mengorbankan apa yang menjadi hak rakyat,” tuturnya.

Ia juga menyebut sebagai rakyat jangan pernah mau diiming-imingi materi oleh pemimpinnya.

“Begitu juga sebagai rakyat jangan pernah mau dijejali iming-iming materi yang dapat menghilangkan hak-hak yang seharusnya menjadi milik rakyat,” kata Ma’ruffin.***


Masa Depan Indonesia Maruffin Tantangan Merubah Mindset Pragmatis Menjadi Ideologis