Dilihat : 222 kali

ARAH BAIK - Pemerintah terus menggiatkan pemberian vaksin dosis ketiga atau booster untuk masyarakat.

Program pemberian vaksin dosis ketiga ini telah dimulai sejak 12 Januari 2022, dengan tujuan memperkuat efek vaksinasi yang telah diberikan sebelumnya.

Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan vaksinasi booster Covid-19. Dalam edaran tersebut, diatur tentang siapa saja yang berhak menerima vaksin Covid-19 ini.

Dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster), sebelum pemberian vaksin akan dilakukan skrinning terlebih dulu.

Hanya peserta yang sudah lolos skrinning yang diberikan vaksin booster sesuai dengan jenis kombinasi vaksin yang telah ditetapkan.

Berikut ini standar orang yang tidak boleh menerima vaksin Booster Covid-19.

  • Suhu di atas 37,5 derajat Celcius, vaksinasi ditunda sampai suhu normal.
  • Jika tekanan darah >140/90, pengukuran tekanan darah diulang 5-10 menit. Jika masih tinggi maka vaksinasi ditunda.
  • Ibu hamil yang usia kehamilannya kurang dari 13 minggu.
  • Ibu hamil yang memiliki keluhan dan tanda preeklamsia.
  • Mengidap penyakit komorbid yang tidak terkontrol seperti jantung, diabetes melitus, HIV, hipertiroid, penyakit ginjal kronis, penyakit hati.
  • Pengidap penyakit autoimun seperti lupus. Jika terkontrol booster bisa diberikan.
  • Orang yang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi. Vaksin ditunda dan dirujuk ke RS.
  • Orang yang sedang mendapatkan pengobatan imunosupresan seperti kortikosteroid dan kemoterapi. Vaksin ditunda dan dirujuk ke RS.
  • Orang yang mengidap penyakit komorbid yang tidak terkontrol seperti hati, jantung, diabetes, HIV, hipertiroid, dan ginjal kronis.

Itulah standar orang yang tidak boleh vaksinasi ketiga atau booster.***


Standar Orang Yang Tak Boleh Vaksinasi Booster