Dilihat : 47 kali

ARAH BAIK - Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan bahwa operasi militernya di Ukraina bisa disetop dengan syarat Kyiv berhenti melawan dan menuruti permintaan tuntutan Moskwa.

Pendapat tersebut diutarakan oleh Putin pada saat berbincang dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Layanan pers Kremlin, dikutip melalui media Rusia TASS, Minggu (6/3/2022), memberitakan perbincangan kedua pemimpin negara tersebut.

“Vladimir Putin menginformasikan mengenai kemajuan operasi militer khusus dengan tujuan melindungi Donbass, menyampaikan pendekatan dan penilaian utama pada konteks ini, menjelaskan secara rinci tujuan dan tugas yang ditetapkan,” kata Kremlin.

“Ditekankan bahwa operasi khusus berjalan sesuai dengan Rencana dan sesuai jadwal,” sambung Kremlin, sebagaimana dikutip dari TASS.

Dalam perbincangannya, pemimpin Rusia tersebut menginformasikan kesiapan pihak Rusia untuk berdialog kepada pihak berwenang Ukraina serta mitra asing dengan tujuan menyelesaikan konflik.

Kremlin menuturkan bahwa setiap upaya proses negoisasi yang gagal dimanfaatkan tantara Ukraina untuk mengumpulkan kembali kekuatan dan sarananya.

“Sehubumgan dengan itu, ditegaskan bahwa penghentian operasi khusus hanya dimungkinkan jika Kyiv menghentikan aksi militer dan memenuhi tuntutan Rusia yang telah dibuat dengan sangat jelas,” tutur Kremlin.

Di lain sisi, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menuturkan bahwa dia berbincang lewat telepon dengan Presiden AS, Joe Biden.

Keduanya mendiskusikan mengenai dukungan keuangan serta saksi pada Rusia pada saat negaranya menghadapi serangan yang bertubi-tubi.

“Sebagai bagian dari dialog terus-menerus, saya melakukan percakapan lain dengan @POTUS,” twit Zelensky, me-mention akun Twitter Presiden AS.

“Agendanya termasuk masalah keamanan, dukungan keuangan untuk Ukraina dan kelanjutan sanksi terhadap Rusia,” sambung Zelensky.

Gedung Putih menjelaskan, Biden sudah memberikan cara-cara yang harus dilakukan pemerintahannya dan sekutunya demi meningkatkan biaya yang harus dibayarkan oleh Rusia atas invasinya di Ukraina.***


Vladimir Putin Akan Menyetop Invasi Rusia Ke Ukraina Ini Syaratnya