Dilihat : 307 kali

ARAH BAIK - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal melakukan demonstrasi di sekitar Istana Negara, Jakarta, Senin 11 April 2022.                   

Demonstrasi ini merupakan aksi lanjutan yang sebelumnya telah dilakukan pada 28 Maret 2022 lalu.

Hal ini telah dikonfirmasi oleh Koordinator BEM SI, Kaharuddin pada Kamis 7 April 2022.

Ia mengatakan aksi tanggal 11 April 2022 ini meminta jawaban dari aksi tanggal 28 Maret 2022, bagaimana pemerintah atau Bapak Presiden Jokowi menjawab tuntutan kita selama 14 hari ini.

Dalam demonstrasi nanti, BEM SI bakal membawa enam tuntutan dan berikut isinya.

  1. Mendesak Jokowi agar bersikap tegas atau memberi pernyataan sikap menolak penundaan pemilu atau masa jabatan tiga periode, “karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara”.
  2. Mendesak Jokowi menunda dan mengkaji ulang Undang-undang terkait Ibu Kota Negara (UU IKN).
  3. Mendesak Jokowi menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat.
  4. Mendesak Jokowi agar mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.
  5. Mengenai penyelesaian konflik agraria di Indonesia.
  6. Mendesak Jokowi dan wakilnya, Ma’ruf Amin, berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya.

Terkait tuntutan-tuntutan tersebut, Kaharuddin menyatakan akan diserukan kembali lantaran belum dipenuhi dalam kurun waktu 14 hari sejak aksi sebelumnya.

“Sehingga tanggal 11 April, kami akan turun menagih jawaban dari tuntutan tersebut, karena kajian sudah kita berikan dan sebelumnya disambut oleh staf presiden,” tuturnya.

Massa aksi dari mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi di depan Monas, Jakarta Pusat, Senin 28 Maret 2022 lalu.

Aksi tersebut dilakukan di sekitar kawasan Patung Arjuna Wijaya atau Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Dalam demonstrasi tersebut BEM SI menolak terhadap wacana penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

BEM SI juga menuntut pemerintah agar mengkaji ulang UU IKN sebab dinilai terdapat pasal-pasal yang dianggap masalah dalam aspek lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik, ekonomi dan kebencanaan.

“Kami tidak ingin adanya penundaan karena itu dapat menciderai kaderisasi pemuda,” ujar Koordinator BEM SI, Lutfhi Yufrizal pada 28 Maret 2022 lalu.

Luthfi mengatakan, sejatinya Pemilu 2024 dijadikan momentum bagi kaum muda bisa menggantikan kaum tua yang jabatannya akan habis.

Terlebih, lanjut Luthfi, sudah saatnya kaum muda yang menggantikan kaum tua untuk ke depannya.

“Yang seharusnya bisa menggantikan kaum-kaum tua yang saat ini istilahnya sudah selesai masa jabatannya,” ujarnya.

“Kami ingin menggantikannya karena kita sudah siap dengan hal-hal tersebut,” sambung Luthfi.***


Demonstrasi 11 April 2022 Di Istana Negara Bem Si Bakal Bawa 6 Tuntutan Ini