Dilihat : 51 kali

ARAH BAIK – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Sumatera Selatan (BEM SS) menggelar aksi di Simpang Lima DPR Sumatera Selatan, dengan menyerahkan batu nisan bertuliskan 'Akhiri Rezim Tirani' dan pocong ke Anggota DPRD Sumatera Selatan sebagai aksi simbolik pada Aksi Serentak Daerah se-Nasional pada Kamis 7 April 2022.

Hansen Febriansyah, Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya mengatakan batu nisan dan pocong secara simbolik itu menandakan demokrasi di rezim Joko Widodo saat ini sudah mati.

"Bukti bahwasanya demokrasi di Indonesia ini sudah mati," ujar Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya, Hansen Febriansyah.

Hansen mengklaim massa yang hadir sekitar seribu lebih mahasiswa se-Sumatera Selatan. Beberapa kampus yang ikut serta, yakni Universitas Sriwijaya, Universitas PGRI Palembang, Politeknik Negeri Sriwijaya, dan Universitas Palembang.

Aksi sempat memanas karena para mahasiswa tidak diperbolehkan menggelar aksi di depan Kantor DPRD Sumatera Selatan.

Namun akhirnya, unjuk rasa tersebut akhirnya tetap digelar dari pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB di titik kumpul Simpang Lima DPRD Sumatera Selatan. Ada Sebanyak 11 tuntutan yang disampaikan.

"Ada sebelas tuntutan, salah satunya terkait penolakan penundaan pemilu 2024 dan jabatan presiden Jokowi 3 periode," kata Hansen.

Sementara tuntutan lainnya adalah mengusut mafia minyak goreng, menurunkan harga dan menjamin ketersediaan bahan bakar minyak Pertamax serta stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

Namun, saat menyerahkan pocong dan batu nisan, Ketua DPRD Sumatera Selatan, Anita Noeringhati sedang tidak berada di Palembang. Massa aksi kemudian ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Muchendi Mahzareki, Wakil Ketua Komisi V DPRD Syaiful Fadli dan beberapa anggota DPRD lain.

Meskipun begitu, Ketua DPRD Sumatera Selatan ikut serta saat dan sepakat dengan poin tuntutan mahasiswa lewat video call.

BEM SS berencana akan kembali melanjutkan demonstrasi untuk menindaklanjuti realisasi 11 poin tuntutan mahasiswa pada Sabtu 9 April mendatang.***


Demokrasi Sudah Mati Demo Mahasiswa Di Palembang Bawa Pocong Dan Batu Nisan