Dilihat : 287 kali

ARAH BAIK – Ditengah situasi ketenagakerjaan yang sarat tantangan di Indonesia akibat pandemi global, Orbit Future Academy (OFA) lewat pengumumannya kamis 7 April 2022 akan berkolaborasi dengan mitra teknologi global untuk dihadirkan solusi dan transformatif bagi pendidikan Indonesia.                                                                 

Program kolaborasi antara Orbit Future Academy dan Amazon Web Services (AWS) pada program AWS re/Start yang merupakan program pelatihan 12 minggu gratis yang membantu individu tanpa pekerjaan tetap dan pekerja paruh-waktu membangun keterampilan komputasi awan (Cloud Computing) dan menghubungkan peserta dengan peluang kerja di perusahaan lokal. Program ini akan bekerja secara virtual dengan peserta lebih dari 25 provinsi seluruh Indonesia.

Ilham Akbar Habibie, Co-Founder & Presiden Komisaris Orbit Future Academy, mengungkapkan sejauh ini sudah terdaftar sebanyak 200 orang peserta yang telah mendaftar lewat https://orbitfutureacademy.id/aws-restart/. Mereka disesuaikan dalam batch dengan kemiripan minat serta program belajar yang memperhitungkan tiga zona waktu berbeda di Indonesia. 

“Program ini selaras dengan visi dan tujuan utama kami, yaitu menciptakan dampak sosial yang nyata dan transformatif bagi masyarakat Indonesia,” katanya daring, Kamis 7 April 2022.

AWS re/Start telah diselenggarakan di 40 negara. Program ini mendapat dukungan mentor profesional dan instruktur terakreditasi. Peserta mendapatkan dasar pengetahuan komputasi awan yang akan mendukung mereka dalam menjalankan pekerjaan komputasi awan tingkat dasar.

Setelah menyelesaikan program, para lulusan akan didukung untuk terhubung dengan pemberi kerja tingkat lokal. Lulusan program AWS re/Start telah dipersiapkan untuk fungsi pekerjaan komputasi awan tingkat pemula, misalnya: operasional komputasi awan, keandalan situs dan dukungan infrastruktur.

“Program pengembangan keterampilan penuh waktu gratis yang mempersiapkan talenta yang belum dimanfaatkan untuk berkarir di komputasi awan,” kata Gunawan Susanto, Country Manager AWS di Indonesia, secara daring Kamis 7 April 2022.

Kolaborasi ini mendapat dukungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Menurutnya, Indonesia sebagai negara berkembang akan selalu menghadapi kesenjangan antara keterampilan angkatan kerja dan ketersediaan lapangan kerja.

Itu disebutnya salah satu faktor utama meningkatnya jumlah pengangguran dan jumlah para pekerja yang berkarir di luar latar belakang atau keahlian utamanya, di seluruh Indonesia.

"Kita perlu melakukan upaya spesifik untuk menutup kesenjangan ini dan membantu menciptakan masyarakat yang lebih produktif dan berdaya,” kata Sandiaga dalam acara yang sama.

Syarat Peserta dan Tujuan

AWS re/Start dirancang untuk mendukung individu dengan sedikit atau tanpa pengalaman teknologi. Peserta program akan dilengkapi dengan keterampilan komputasi awan, bimbingan karir, pendampingan penyusunan ikhtisar karir dan dukungan wawancara dengan calon pemberi pekerjaan di perusahaan lokal.

Untuk keterampilan mencakup pengembangan pemrograman, jaringan, keamanan dan basis data relasional melalui proses pembelajaran berbasis skenario dunia nyata, lab praktik dan penugasan.

Pada akhir program, lulusan akan dipersiapkan untuk mendapat AWS Certified Cloud Practitioner (CCP), sebuah kredensial yang diakui di industri teknologi tingkat dunia, juga sebagai validasi keterampilan komputasi awan tingkat dasar.

Orbit menargetkan tiga kategori pekerja sebagai sasaran program ini di Indonesia yakni mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap dan sedang mencari pekerjaan, dengan pengalaman minimal dua tahun di pekerjaan atau karir sebelumnya.

Para pekerja paruh waktu (freelance), mereka yang saat ini berkarir di bidang yang bukan merupakan latarb elakang/keahlian utamanya dan ingin meningkatkan kualitas kompetensi demi jenjang karir yang lebih baik menuju Industri 4.0.***


Luncurkan Pelatihan Cloud Computing Gratis Ini Info Lengkap Aws Restart Di Indonesia