Dilihat : 58 kali

ARAH BAIK – Ekonomi Indonesia disebut belum kuat untuk menghadapi dampak yang ditimbulkan akibat konflik Rusia-Ukraina.

Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta dalam Gelora Talks Edisi 37, Rabu 9 Maret 2022 mengatakan cepat atau lambat konflik Rusia-Ukraina akan berdampak pada beberapa sektor di Indonesia.

Anis menyampaikan bahwa Indonesia akan menghadapi dua masalah besar yaitu sektor energi dan pangan.

Sektor energi, mengingat Indonesia adalah negera pengimpor minyak dengan rata-rata harian 500.000 per barel.

“Sekarang kita sudah menyaksikan kenaiakan harga BBM dimana-mana. Dampaknya ke sektor energi kita naik semuanya,” kata Anis.

Sektor pangan, Indonesia adalah negara dengan tingkat keamanan yang relatif rapuh karena beberapa bahan pangan masih impor dari negara lain.

Terhambatnya bahan pangan dari luar negeri untuk masuk ke dalam negeri akan mengakibatkan harga melambung tinggi.

“Jadi disni kita mendapatkan residu itu. Sementara konfliknya terbuka. Tidak ada yang bisa membuat satu skenario yang fix sekarang ini akan kemana arahnya. Semua kemungkinan bisa terjadi,” katanya.

Anis berharap pemerintah Indonesia perlu menyiapkan rencana jangka pendek untuk memadamkan kebakaran ekonomi akibat perang Rusia-Ukraina.

“Kita akan menghadapi kebakaran ekonomi dalam skala massif. Tipikal kebakaran ini tidak dipicu oleh meledaknya kompor atau listrik di satu rumah tangga, tapi ini mirim kebakaran hutan yang dipicu global warming,” tutur Anis.

Jika ekonomi Indonesia ingin selamat dari dampak perang Rusia-Ukrania, pemerintah perlu meniru langkah China.

China menerapkan kebijakan dimana mereka mereduksi angka laju pertumbuhan ekonominya dari 8 menjadi 5,5 persen.

Setelah berhasil mengatasi kebakaran ekonomi, Indonesia perlu merumuskan kembali kepentingan nasionalnya di tengah upaya pembentukan aliansi global baru.

Hal tersebut dilakukan agar Indonesia tidak terseret dalam konflik pembentukan aliansi global baru nantinya.

“Secara ekonomi semua negara akan kembali ke sistem proteksionisme, selamatkan diri masing-masing terlebih dahulu,” kata Anis.

“Baru setelah itu, kita menatap proses pembentukan aliansi-aliansi global baru. Tetapi jangka pendek yang kita perlu siapkan adalah pemadam kebakaran ekonomi,” tutup Anis.***


Ekonomi Indonesia Belum Kuat Hadapi Dampak Konflik Rusiaukraina Anis Matta Kita Perlu Contoh China