Dilihat : 66 kali

ARAH BAIK – Pemerintah kembali menghimbau masyarakat untuk melakukan tes antigen dan PCR sebelum melakukan perjalanan baik itu menggunakan moda kereta api atau pesawat. Namun ketentuan ini berlaku hanya untuk masyarakat tertentu saja.

Ketentuan tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) 16 Nomor 2022 tertanggal 2 April 2022 lalu.

Dalam ketentuan SE yang diteken oleh Ketua Satgas Suharyanto, disebutkan bahwa masyarakat yang akan mudik menggunakan pesawat dan kereta api tidak wajib menunjukan hasil negatif Covid-19 jika sudah menerima vaksin booster.

Ketentuan tersebut berlaku terhitung mulai 2 April 2022, hingga waktu yang ditentukan dan dievaluasi lebih lanjut hingga perkembangan terakhir di lapangan dari kementrian.

Berikut aturan pelaku perjalanan selama mudik lebaran :

1. Setiap individu yang melaksanakan perjalanan wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M : memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

2. Akan dilakukan pengetatan protokol kesehatan perjalanan berupa :

  1. Menggunakan masker 3 lapis atau masker medis dengan menutupi hidung, mulut, dan dagu
  2. Mengganti masker secara berkala setiap empat jam sekali, dan membuang limbah masker di tempat yang telah disediakan
  3. Mencuci tangan secara berkala menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer, terutama setelah menyentuh benda yang disentuh orang lain
  4. Menjaga jarak minimal 1,5 meter dan menghindari kerumunan
  5. Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon maupun secara langsung di sepanjang perjalanan baik itu dengan moda transportasi umum darat, perkeretaapian, laut, sungai, danau, penyebrangan, dan udara.
  6. Tidak diperkenankan makan dan minum sepaanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan kurang dari dua jam, kecuali bagi individu yang mengonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika dilakukan dapat membayakan kesehatan dan keselamatannya.

  1. Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) harus mengikuti ketentuan sebagai berikut :

  1.  Setiap orang yang melaksanakan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum bertanggung jawb atas kesehatannya masing masing dan patuh serta taat pada aturan yang berlaku.
  2. Setiap PPDN wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan dalam negeri.
  3. PPDN dengan mengunakan moda transportasi udara, laut, darat menggunakaan kendaraan pribadi atau umum, penyebrangan, dan kereta api antarkota dari dan ke daerah di seluruh Indonesia berlaku aturan sebagai berikut :

  1. PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau tes antigen
  2. PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukan hasil negatif tes antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1x24 jam atau hasil tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan
  3. PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan
  4. PPDN dengan kondisi kesehaatan khusus atau memiliki penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukan tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit (RS) pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/ tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19
  5. PPDn dengan usia dibawah 6 tahun dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi dan tidak wajib menunjukan hasil tegatif tes RT-PCR atau tes antigen namunwajib melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan yang sudah memenuhi kententuan vaksinasi dan pemeriksaan covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan

  1. Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi  darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan aglomerasi perkotaan dikecuaiakn dari persyaratan perjalanan sebagaimana diatur dalm huruf (c)

  1. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 3 dikecualikan untuk moda transportasi perintis termasuk di wilayah perbatasan sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.
  2. Setiap  operator moda transportasi diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk memeriksa persyaratan terbatas sesuai dengan kondisi daerah masing masing
  3. Kementerian/ lembaga, pemerintah provinsi/kabupatan/kota yang akan memberlakukan kriteria dan persyaratan khusus terkait pelaku perjalanan di daerahnya, dapat menindaklanjuti dengan mengeluarkan instrumen hukum lain yang selaras dan tidak bertentangan dengan SE yang berlaku.

Itulah aturan yang harus dipatuhi bagi PPDN yang akan melakukan perjalanan ke dalam negeri. ***


Cek Syarat Terbaru Perjalanan Naik Pesawat Dan Kereta Sebelum Mudik