Dilihat : 56 kali

ARAH BAIK – Ibarat menyiram jerami terbakar dengan bensin. Gambaran itu sepertinya tepat untuk melihat kejahatan siber pada 2021 lalu.

Bukan hanya berbahaya, namun juga sangat cepat merambat dan terjadi liar di berbagai tempat.

Partaphiser atau penyerang juga tak hanya lebih terfokus dan agresif, mereka bahkan telah menggunakan kecerdasan buatan (AI), cloud dan machine learning.

Data Cyber Acronis Candid Wuest menunjukkan tren keamanan siber yang terjadi selama 2021 yakni malware yang dikirim lewat email.

Menurut Acronics, phishing telah menduduki posisi pelanggaran tertinggi bahkan sebelum pandemi. Pelanggaran phising terus berkembang pesat. Tahun ini Acronis melaporkan 23% lebih banyak pemblokiran email phishing dan 40% lebih banyak email malware di Q3, dibanding Q2.

Dari waktu ke waktu, serangan memang kian canggih. Para pelaku phising umumnya berupaya untuk meyakinkan korban agar mau mengikuti tautan di situs web phising dan memasukkan data penting seperti login dan kata sandi atau detail rekening bank.

Lantas, bagaiamana agar terhindar dari kejahatan ini?

Pengguna internet perlu melindungi diri dari upaya phising. Perusahaan keamanan teknologi informasi, Kaspersky, menjabarkan sejumlah tips sebagai berikut:

1. Periksa dan cermati email
Saat menerima email, jangan buru-buru membalas atau mengikuti instruksinya. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tanda-tanda phishing. Ada beberapa tanda bahwa pesan mengandung upaya phishing, seperti subjek pesan yang dramatis, banyak terdapat kesalahan ketik dan ejaan serta karakter aneh dalam teks, dan tautan dalam email jika ada.

2. Tetap waspada di aplikasi pesan atau jejaring sosial
Email bukan satu-satunya hal yang perlu diwaspadai. Sebab pesan yang diterima di aplikasi perpesanan dan di jejaring sosial memiliki potensi bahaya yang sama besarnya. Tautan berbahaya dapat berada di pos teman di Facebook, di komentar yang diposting oleh brand ambassador palsu di Twitter, atau di DM di Discord.

3. Berhenti sejenak saat ingin memasukkan rekening bank
Detail kartu bank sangatlah sensitive karena memberikan akses langsung menuju uang pribadi. Itu sebabnya perlu memeriksa ulang dan berpikir dengan seksama sebelum memasukkan detail tersebut. Perhatikan baik-baik alamatnya. Masih dengan metode yang sama: kesalahan ketik, angka alih-alih huruf, tanda hubung di tempat yang tidak terduga, dan nama domain yang mencurigakan.

Jika melihat sesuatu seperti itu, tinggalkan situs web dan coba masukkan alamat secara manual. Kemudian, tetap di bilah alamat, klik ikon gembok di sebelah kiri. Gembok bukanlah jaminan keamanan, tetapi darisana dapat mempelajari lebih lanjut tentang siapa yang memiliki situs web.

Itulah tips mencegah serangan phising.***


Tips Mencegah Serangan Phising