Dilihat : 68 kali

ARAH BAIK – Crazy Rich asal Medan, Indra Kenz menyuarakan Binomo sebagai aplikasi legal untuk membujuk orang bermain platform tersebut.

Indra Kenz membuat konten video yang isinya menyebut Binomo merupakan platform trading legal di Indonesia.

Netizen banyak mengometari setelah Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penipuan berkedok investasi lewat platform Binomo.

“Richnya Udah, Tinggal Crazinya,” komentar netizen di berbagai media sosial.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Wisnhu Hermawan mentuturka apa yang dikatakan Indra Kenz tentang Binomo salah.

“Indra Kenz menyebarkan informasi bohong soal Binomo yang sudah legal,” kata Wisnhu, dikutip dari VOI, Rabu 9 Maret 2022.

Di dalam videoya, Indra Kenz juga mengajak masyarakat agar menjadi member di Binomo dengan iming-iming keuntangan hingga 85 persen.

“Menjanjikan keuntungan sebesar 80 sampai 85 persen dari nilai atau dana buku perdagangan  yang ditentukan setiap trader atau korban,” ujar Wishnu.

Namun, dalam kenyataannya banyak member yang justru merugi setelah investasi di platform Binomo.

Setelah diperiksa Bareskrim Polri, justru Indra Kenz yang mendapat keuntungan dari kekalahan para membernya dengan besaran sekitar 70 - 80 persen.

Menurut informasi terbaru dari penyidik, jumlah kerugian akibat aksi Indra Kenz dari 14 orang yang menjadi korban setidaknya mengalami kerugian mencapai Rp 25 miliar.

“Update yang kami terima dari penyidik total kerugian dari 14 korban yang sudah dimintai keterangan sebanyak Rp 25.620.605.124,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko.

Penyidik telah melakukan penyitaan aset milik Indra Kenz yang diduga merupakan hasil penipuan, salah satunya mobil Tesla.

Kasus penipuan oleh Indra Kenz ini, dia dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, KUHP dan Pencegahan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan hukuman kurungan penjara maksimal 20 tahun.***


Indra Kenz Suarakan Binomo Aplikasi Legal Untuk Bujuk Orang Main Platformnya Netizen Richnya Udah Tinggal Crazinya