Dilihat : 49 kali

ARAH BAIK – Inovasi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berhasil membuat sabun pembersih najis dari tanah liat.                          

Produk ini diluncurkan Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi atau PPNN ITB bekerjasama dengan Rumah Inovasi Natura.

“Sabun ini dapat berperan sebagai pengganti tanah dalam menyucikan tubuh dari kategori najis yang paling berat,” kata Heni Rachmawati, inisiator sekaligus Kepala Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi ITB, Selasa, 5 April 2022.

Cara pemakaiannya, sabun tanah itu digunakan untuk mencuci bagian tubuh yang terkena najis sebanyak sekali. Kemudian enam kali pencucian selanjutnya menggunakan air. Sementara ini sabun yang dibuat dalam bentuk cairan, nantinya direncanakan dalam bentuk sabun batang.

Menurut Heni, komposisi utama sabun mengandung clay kaolin sebanyak 20 persen. Selain mengandung clay kaolin 20 persen, produk ini juga mengandung nanoemulsi Vitamin E yang berperan menutrisi dan melembabkan kulit, yang aman dan bias digunakan untuk semua jenis kulit, tidak meninggalkan residu serta ramah lingkungan, dan telah tersertifikasi halal MUI dan berizin edar BPOM RI.

Fungsi sabun itu selain membersihkan kotoran secara umum juga zat-zat najis. Kekhususan fungsi itu karena ada kandungan unsure tanah yaitu kaolin yang menjadi komponen utama sehingga memenuhi fatwa sebagai penyuci dari najis. Keunggulan kedua, kata Heni, yaitu kandungan vitamin E dalam bentuk nano bisa bercampur secara sempurna dan stabil dalam jangka waktu lama ke dalam produk sabun cair yang dikembangkan.

Nano vitamin E itu menjadi cirri khas produk hasil Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi ITB.

“Sabunpenyucinajisinijugatelahtersertifikasi halal,” katanya.

Adapun pengguna sabun anti najis itu seperti kalangan yang pekerjaannya berinteraksi dengan binatang di rumah sakit hewan, perawatan hewan piaraan, rumah pemotongan hewan, restoran, pasar, supermarket, pelatihan hewan, dan lain sebagainya.

Dengan sabun itu, pengguna tidak perlu repot dan khawatir memperoleh pasir atau tanah untuk menyucikan diri apabila terkontaminasi atau bersentuhan dengan benda-benda yang bersifat najis seperti dari anjing dan babi. Latar belakang riset sabun itu agar umat Islam lebih mudah menyucikan diri ketika terkena najis.

Menurut Heni, riset sabun pembersih najis dimulai sejak pertengahan 2021 di Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi ITB. Izin edar mereka peroleh pada akhir 2021.

“Telah diproduksi dalam skala besaruntuk komersialisasi pada awal 2022,” ujarnya.

Sabun yang dinamakan Natura itu dijual seharga Rp25.000 untuk ukuran 100 mililiter, dan Rp120.000 ribu untuk volume 0,5 liter. Penjualan nyalewat Koperasi Keluarga Pegawai ITB, apotek dan juga toko daring.***


Itb Buat Sabun Pembersih Najis Dibanderol Rp 25 Ribu