Dilihat : 118 kali

ARAH BAIK - Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI) kembali menemukan dan menutup 50 entitas pinjaman online ilegal yang beredar melalui aplikasi telepon genggam dan website yang merugikan banyak masyarakat Indonesia.

Tercatat, sejak tahun 2018 hingga bulan Februari 2022, SWI sudah menutup 3.784 pinjaman online ilegal.

Sejalan dengan penegakan hukum yang dilakukan Kepolisian dengan menangkap pelaku pinjol ilegal, kami terus melakukan pencegahan melalui patroli siber dan menutup entitas pinjol ilegal yang kembali kami temukan," kata Ketua SWI Tongam L Tobing, dalam keterangan resminya.

Menurut Tongam, upaya pemberantasan pinjol ilegl ini memerlukan kerjasama dari seluruh pihak , terutama masyarakat. Dia berharap masyarakat semakin sadar agar tidak terjerat mengakses pinjol ilegal ini kerap menagih utang dengan cara-cara tidak etis, salah satunya meneror nasabah.

Aksi teror yang kerap dilakukan dengan berbagai macam cara, diantara menggunakan aplikasi WhatsApp dimana mereka mendiskreditkan peminjaman yang menunggak dengan membuat foto korbannya dan membuat narasi sebagai buronan dari pelaku penggelapan dana perusahaan sehingga korban merasa depresi.

Cara lainnya dengan mempermalukan korban di lingkungan kerja dan keluarganya. Tercatat ada bebrapa kasus bunuh diri akibat teror yang diterima korban dari penyedia pinjol ilegal.

Mengingat bahayanya terjerat hutang pinjol ilegal, Tongam mendorong masyarakat yang membutuhkan dana untuk keperluan produktif sebaiknya meminjam uang kepada fintech lending yang telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Oleh karena itu, ujar dia, SWI yang terdiri dari 12 Kementerian dan Lembaga (K/L) terus berupaya memberantas pinjol ilegal dengan meningkatkan literasi kepada masyarakat dengan menyebarkan konten-konten edukasi tentang bahaya pinjaman online.

Satgas juga mendorong penegak hukum kepada pelaku peminjaman online ilegal dengan melakukan pemblokiran nsitus dan aplikasi agar tidak dapat diakses oleh masyarakat.

Kurang Literasi, Wanita Paruh Baya Terjetat 141 Pinjol Ilegal

Minimnya literasi mengenai pinjol ilegal diakui menjadi masalah terbesar dalam pemberantasannya. Masih banyak masyarakat terjebak lantaran dengan mudahnya pinjaman melalui pinjol ilegal tanpa tau bahayanya.

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing mengatakan, masyarakat terjebak pinjol ilegal karena ketidaktahuan mereka. Namun, imbuh dia, ada juga masyarakat yang sudah tahu bahwa penyedia pinjaman online tersebut ilegal tetapi terpaksa meminjam karena terdesak kebutuhan ekonomi.

"Ada masyarakat kita yang sudah mengetahui ini ilegal, tetapi karena dia butuh uang saat ini, tidak punya sumber pendanaan, sudah pinjam di mana-mana nggak bisa, di tetangga nggak ada, mertua juga nggak kasih, ya terpaksa mereka masuk ke sana," kata Tongam dalam seminar edukasi pinjol ilegal OJK, Jumat 11 Februari 2022.

Berdasarkan pengaduan yang didapat oleh SWI, ada masyarakat yang meminjam dari puluhan bahkan ratusan pinjol ilegal. "Bahkan ada seorang Ibu yang meminjam dari 141 pinjol ilegal. Bisa kita bayangkan, sangat mengkhawatirkan dan sangat berbahaya," tandasnya.

Satgas SWI, akan terus melakaukan tindakan preventif dan represif dalam penanganan pinjol ilegal. Mulai dari memberikan edukasi kepada masyarakat, blasting SMS, kerja sama dengan Google terkait syarat pinjaman pribadi di Indonesia, hingga kerja sama dengan MRT, KAI, TransJakarta untuk iklan layanan masyarakat waspada pinjol ilegal.

Lebih dari 6 Triliun Uang Keluar Masuk di Pinjol Ilegal

Seperti tak pernaj jera, meski telah banyak memakan korban, pinjol ilegal masih saja digunakan sebagian masyarakat sebagai alternatif pinjaman. Tak tanggung tanggung, peredaran uang pinjol ilegal hingga mencapai 6,1 T.

Berdasarkan hasil analisis terhadap transaksi yang terkait pinjol tak berizin untuk periode Januari 2019 hingga November 2021, tercatat dana masuk sebesar Rp6.194.244.719.514 dan dana ke luar senilai Rp6.039.456.140.760," ungkap Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana kepada MNC Portal Indonesia (MPI) di Jakarta, Jumat 28 Januari 2022.

Ivan menjelaskan, dana masuk berasal dari investor dan dana keluar adalah untuk penyaluran pinjaman.

"Itu yang sudah kami temukan," papar Ivan.         

Terkait penindakan lebih lanjut, Ivan mengatakan bahwa pihaknya telah menyeragkan kepada pihak yang berwajib, dalam hal ini Badan Reserse Kriminal Polri.

Penindakan lebih lanjut sudah di serahkan ke Bareskrim,” ujar Ivan.

Sebagai informasi , sepanjang tahun 2021 Polri telah melakukan penindakan tegas terhadap kasus pinjol ilegal sebanyak 89 perkara yang melibatkan 65 tersangka. Empat tersangka tersebut diketahui merupakan Warga Negara Asing (WNA) yang berperan aktif sebagai aktor intelektual dan pemodal.

Salah satu kasus pinjol ilegal yang membetot perhatian publik adalah kasus PT Asia Fintek Teknologi bertindak sebagai perusahaan penyelenggara transfer dana dalam kegiatan pinjol ilegal tersebut bermitra dengan beberapa koperasi simpan pinjam. Ada pula yang berselubung menjadi KSP ilegal. ***


Lintah Darat Baru Di Era Digital