Dilihat : 61 kali

ARAH BAIK - Tampaknya, Amerika Serikat (AS) telah merencanakan Ukraina agar berperang dengan Rusia.

Masalah tersebut telah dibuktikan oleh pengakuan Anggota Layanan Ukraina yang telah membongkar rudal anti-tank Javelin, yang mana telah dikirim menggunakan pesawat bagian dari AS.

Pada awalnya, Rusia sudah berulang-ulang menegur AS serta negara-negara Barat untuk tidak menyuplai Ukraina dengan senjata-senjata modern.

Yang telah diperbuat AS dan Barat merupakan Gerakan hasutan pada Kiev agar mengatasi konflik Donbass lewat cara militer.

Sebelumnya, pada 24 Februari, Rusia mengawali operasi khusus di Ukraina.

Rusia melancarkan aksinya ketika serangan pasukan tantara Ukraina terhadap Republik Donbass.

Dengan diam-diam, AS telah menyuplai senjata modern yang mematikan dan beberapa peralatan militer senilai jutaan dolar ke Ukraina pada Desember 2021.

Perihal tersebut pernah diutarakan oleh The Washington Post, yang melaporkan akuntansi transfer serta penjualan yang tidak dikategorikan.

The Washington Post juga meliput bahwa Washington telah menyuplai senjata ke Ukraina dengan latar belakang pertempuran perkotaan.

Senjata-senjata modern yang dikirm dalam jumlah banyak itu terdiri dari peluncur rudal M141, senapan M500, peluncur granat MK-19, serta senjata mini M134.

Tak hanya itu, AS juga menyuplai pakaian pelindung dari persenjataan peledak.

Berita itu dicurigai adanya aksi tersembunyi, masalahnya mana mungkin Ukraina menggunakan senjata modern dan dalam jumlah sebanyak itu hanya digunakan dalam menyerang Republik Donbass.

Apa yang telah diperbuat oleh Washington jelas tidak mendengarkan seruan dari Rusia agar menyetop provokasi Ukraina melalui senjata.

Dan benar saja, ketika Rusia melancarkan operasi khususnya pada 24 Februari, seluruh senjata kirimkan AS dan Barat dipakai oleh Ukraina.

Presiden Rusia, Vladimir Putin menerangkan bahwa Rusia tidak memiliki pilihan lain kecuali mengawali operasi militer khusus di Ukraina, setelah Kiev gagal menerapkan perjanjian Minsk serta mengamcam akan mendapatkan senjata nuklir dengan mengundurkan diri dari Memorandum Budapest.

Putin menjelaskan bahwasanya target dari misi tersebut ialah agar mendemilitarisasi dan mende-Nazifikasi Ukraina.

Kiev beserta sekutu Barat mengecap misi Rusia sebagai “invasi” terhadap pemerintah Ukraina serta mendesak NATO untuk ikut campur tangan.***


Update Perang Rusiaukraina Ternyata As Sudah Kirim Senjata Ke Ukraina Sejak 2021