Dilihat : 73 kali

ARAH BAIK – Akhir-akhir gencar akan isu 3 periode masa jabatan Presiden Jokowi.

Menanggapi isu tersebut, Jokowi menyatakan bahwa dirinya akan taat konstitusi.

Presiden Jokowi akhirnya angkat bicara mengenai isu yang terkait teriakan masyarakat yang menyuarakan wacana 3 periode.

Isu tersebut tidak hanya terdengar di lingkungan masyarakat saja tetapi isu tersebut ke elit politik.

Tanpa berkomentar panjang lebar, Jokowi menegaskan bahwa dirinya akan taat konstitusi.

“Yang namanya keinginan masyarakat, yang namanya teriakan seperti itu sudah sering saya dengar. Tetapi yang jelas konstitusi kita sudah jelas, kita harus taat, harus patuh terhadap konstitusi,” ungkapnya di sela-sela kunjungan kerja di Candi Borobudur, Magelang, Jawa tengah, Rabu 30 Maret 2022.

Sikap Partai Oposisi

Sekretatis Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengakui bahwa isu Jokowi 3 Periode kerap terdengar di berbagi daerah dan acara yang sering dikunjungi Jokowi.

Namun, sampai detik ini partai demokrat menolak isu tersebut karena melanggar konstitusi yang berlaku.

“Kedua, Demokrat pernah memerintah 10 tahun dan pada masa itu juga di periode kedua, citra Pak SBY cukup tinggi, dan ada juga yang goda-goda tapi kemudian Pak SBY secara tegas menyatakan tidak, tetap 10 tahun, dua periode karena itu menurut konsitusi. Konstitusi yang kita maksud adalah UUD 1945 yang telah di ubah beberapa kali sebagai akibat dari reformasi. Reformasi itu menjadi sejarah penting bagi Indonesia pada tahun 1998 mengakhiri masa kepemimpinan Presiden Soeharto, selama 32 tahun,” ungkap Hinca kepada VOA.

Menurutnya, konstitusi yang menyatakan bahwa masa jabatan Presiden cukup 2 periode saja sudah menjadi keputusan dan konsensus politik secara nasional seluruh rakyat Indonesia, apalagi Indonesia pernah memiliki masa kelam tumbangnya rezim orde baru.

Terkait kemungkinan adanya amandemen UUD 1945 bisa diwujudkan masa perpanjangan jabatan presiden tersebut, Hinca mengatakan bahwa hal itu sangat dimungkinkan dan berada di tangan MPR.  Namun, saat ini, isu tersebut belum terdengar di parlemen.

Hinca menjelaskan bahwa isu tersebut mengindikasi keengganan penguasa untuk lengser dari jabatan.

“Oleh karena itu kalau ditanya Demokrat membaca ini, kenapa muncul isu seperti ini kami melihat bahwa orang yang berkuasa itu atau sekelilingnya yang berkuasa itu memang tidak mau berakhir, padahal sebenarnya kita tahu betul bahwa semua orang ada masanya, semua massa ada orangnya. Setiap pemimpin ada masanya, setiap massa ada pemimpinnya, jadi kalau muncul hastag 2024 gantian itu sebenarnya bahasa yang simple dari publik,” tuturnya.

Taat Konstitusi?

Pengamat Politik Ujang Komaruddin memprediksi bahwa teriakan perpanjangan masa presiden 3 peride tersebut sudah sampai ke telinga masyarakat luas.

Dalam acara silaturrahmi dengan APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) yang dihadiri Jokowi, muncul dukungan kepada Jokowi agar menjabat sebagai presiden selama 3 periode.

“Pernyataan saya terbukti bahwa dalam seminggu terakhir, gerakan-gerakan, mobilisasi dilakukan untuk mendorong ke arah sana, termasuk oleh APDESI kemarin. Jadi sebenarnya bukan masyarakat yang ingin, itu dikondisikan seolah-olah masyarakat ingin, seolah-olah masyarakat mendukung agar nanti Jokowi tiga periode menjadi sebuah keniscayaan seperti sebuah kejadian,” ungkap Ujang kepada VOA.

Ujang juga mengatakan, pernyataan Jokowi yang akan tetap taat konstitusi yang berlaku. Pasalnya, MPR bisa saja melakukan amandemen UUD 1945, sehingga periode jabatan presiden tidak lagi dibatasi hanya 2 periode.

“Sekarang kalau Jokowi tegas dan jelas, maka harus bilang ke seluruh rakyat Indonesia, bahwa jangan sampai ada amandemen dalam pemerintahan saya saat ini, itu baru clear. Kalau taat konstitusi masih multi tafsir, karena bisa jadi MPR mengamandemen, lalu dia katakan saya taat konstitusi, tapi konstitusi yang sudah diamandemen. Jadi Jokowi sudah bisa tiga periode, bisa ikut pemilu lagi,” jelasnya.

Ujang mengatakan, apabila isu tersebut benar terjadi, maka kondisi demokrasi negeri ini, sudah dalam keadaan tidak baik. ***


Tanggapi Isu 3 Periode Jokowi Tegaskan Taat Konstitusi