Dilihat : 68 kali

ARAH BAIK – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan pesan dari Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta sebelum mengakhiri masa jabatan.

Anis berharap Presiden Jokowi meninggalkan kesan yang baik sebagai seorang pemimpin sebelum mengakhiri jabatan dua periodenya.

Jokowi perlu menyiapkan pemimpin Indonesia berikutnya melalui Pemilu 2024 yang mampu menghadapi krisis berlarut yang jauh lebih besar di masa depan.

“Alasan terbesar melakukan Pemilu tepat waktu adalah karena krisis besar itu membutuhkan pemimpin baru. Alasan terbesarnya disitu, bukan justru dipakai sebagai alasan untuk menunda Pemilu,” kata Anis Rabu 30 Maret 2022.

Anis mengajak semua elit tidak memaksakan ide penundaan Pemilu sebab baik secara konstitusi dan rakyat juga menolaknya.

Jika ide penundaan Pemilu 2024 tetap dipaksakan akan ada gelombang penolakan kuat dari rakyat.

“Ini berarti ada perceraian antara elit dengan rakyat, elit sudah benar-benar bercerai dengan rakyatnya. Karena elit tidak bisa lagi memahami apa yang dirasakan kegalauan, kekhawatiran, kemarahan dan kesedihan publik ini benar-benar seperti terabaikan,” ujar Anis.

Jika hal tersebut terjadi, Anis mengkhawatirkan peristiwa jatuhnya Presiden Soekarno, Soeharto dan KH Abdurrahman Wahid bakal terulang kembali pada Presiden Jokowi.

Jokowi bisa dijatuhkan oleh rakyat apabila menunda Pemilu 2024 dan memperpanjang masa jabatannya.

“Kan dulu salah satu ide dari pembatasan masa jabatan karena Pak Harto (Soeharto) terlalu lama. Kita harus menghindari turunnya presiden-presiden kuat dengan tragedy. Bung Karno turun dengan tragedy, Pak Harto turun dengan tragedy dan kita lihat Gus Dur yang mengeluarkan Dekrit juga diturunkan dengan tragedy,” ungkap Anis.

Anis mengajak para elit bangsa untuk berpikir bahwa satu warisan tidak harus diwujudkan dengan penyelesaian suatu pekerjaan dan kemudian disederhanakan melalui sebuah monument untuk mengingat keberhasilan.

“Seorang pemimpin itu, harus percaya pada bangsanya sendiri ang penting pemimpin itu sudah memulai langkahnya dan dia tidak bisa memaksakan bahwa orang yang datang sesudahnya harus mengikutinya. Itu sama saja orang datang sesudahnya ‘tidak punya otak, tidak bisa berpikir’ dan tidak dikasih hak soal itu,” kata Anis.

Anis menilai proyek pemindahan IKN yang dilakukan Presiden Jokowi pada dasarnya merupakan kelanjutan dari program presiden sebelumnya Pak  SBY.

Lanjut Anis, jika proyek IKN bagus, maka presiden berikutnya akan melanjutkan program tersebut dengan sendirinya tanpa perlu ada kesepakatan seperti yang terjadi antara SBY dan Presiden Jokowi.

“Jadi kalau programnya bagus akan dengan sendirinya program itu dilanjutkan. Tapi saya ingin katakana juga, bahwa semudah apapun keputusannya yang diambil , seperti Cipta Kerja dan IKN tetao tidak selesai begitu saja, masih ada masalah. Ini seperti anak yang lahir premature, akhirnya jadi stunting,” kata Anis.

Anis menyadari ide penundaan Pemilu sangat besar dan luar biasa dari orang yang kehidupan dan bisnisnya terkait dengan masa jabatan presiden.

Anis telah berulangklai menyerukan agar ide penundaan Pemilu 2024 tersebut dibongkar sebab ada agenda tersembunyi dibaliknya.***


Beri Pesan Ke Jokowi Anis Matta Tinggalkan Kesan Baik Sebelum Mengakhiri Jabatan