Dilihat : 57 kali

ARAH BAIK – Mulai hari ini, tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) resmi naik menjadi 11%. Dengan kenaikan ini maka sejumlah barang dan kebutuhan masyarakat ikut naik juga.

Melalui keterangan tertulis Kementerian Keuangan, seperti dikutip Jumat, 1 April 2022, keputusan ini ini merupakan amanat pasal 7 Undang-Undang (UU) 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

"Kebijakan tersebut merupakan bagian tidak terpisahkan dari reformasi perpajakan dan konsolidasi fiskal sebagai pondasi sistem perpajakan yang lebih adil, optimal dan berkelanjutan," tulis keterangan resmi Kementerian Keuangan.

Lalu, barang apa saja yang ikut melejit akibat naiknya tarif PPN?

Barang yang sudah dipastikan naik yaitu baju/pakaian, sabun, tas, sepatu, rumah, kendaraan, bahkan pulsa juga ikut naik, dan barang lainnya yang dikenakan biaya PPN.

Kenaikan tarif PPN ini meski diyakini kecil namun berdampak kepaada masyarakat serta tingkat penjualan berlebih. Terlebih, kenaikan PPN ini saat ada lonjakan harga pangan juga menjelang Ramadhan.

Menteri Keuangan Srimulyani juga angkat bicara mengenai hal ini. Pemerintah menyebut, kenaikan harga PPN ini diterapkan di Indonesia masih jauh lebih rendah dibanding negara lain.

"11% itu tinggi gak? kalau dibandingkan banyak negara di G20, OECD, maka kita liat PPN rata-rata di negara tersebut adalah 15-15,5%," ungkap Sri Mulyani.

Oleh karena itu, meski banyak pihak yang merasa bukan di waktu yang tepat namun harus tetap dilakukan di waktu saat ini. Karena, perekonomian sudah mulai kembali dan APBN yang sebelumnya sudah bekerja begitu keras harus kembali disehatkan.

"Nah PPN kita melihat spacenya masih ada. Jadi kita naikkan hanya 1%. Namun kita paham, sekarang fokus kita pemulihan ekonomi. Namun pondasi untuk pajak yang kuat harus mulai dibangun," tuturnya

Menteri keuangan Indonesia ini menjelaskan bahwa kenaikkan PPN tidak bisa hanya dilihat dalam waktu jangka pendek saja, hal ini dilakukan untuk membangun Indonesia semakin kuat untuk kedepannya.

Dengan demikian, kenaikkan PPN bukan untuk menyusahkan masyarakat, namun untuk membangun masa depan negara ini agar bis dinikmati oleh masyarakat juga.

“Anda pakai listrik, LPG, naik motor dan ojek itu ada elemen subsidi. Oleh karena itu, elemen pajak yang kuat untuk menjaga rakyat sendiri, bukan untuk menyusahkan rakyat," jelas Sri Mulyani. ***


Tarif Ppn Naik 11 Harga Barang Ini Juga Ikut Naik