Dilihat : 134 kali

ARAH BAIK -  PT Pertamina (persero) mengumumkan bahwa akan menaikkan harga BBM non subsidi jenis bensin dengan nilai oktan (RON) 92 atau Pertamax pada Jumat 1 April 2022.

"Per 1 April kemungkinan akan naik (harga) Pertamax," ungkapnya dikutip dari CNBC Rabu, 30 Maret 2022.

Kabar tersebut juga ditegaskan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir yang menyebut bahwa per 1 April 2022 kemungkinan harga Pertamax naik.

Namun, untuk Pertalite, Erick Thohir menyebut masih akan disubsidi pemerintah, sehingga harganya masih sama .

"Ini pemerintah sudah memutuskan Pertalite dijadikan subsidi. Pertamax tidak. Kalau Pertamax naik, ya mohon maaf. Kalau Pertalite disubsidi. Nanti 1 April tunggu," ungkapnya, Rabu, 30 Maret 2022.

Kenaikan harga pertamax ini disebabkan karena semakin beratnya beban keuangan perusahaan akibat harus menanggung selisih antara harga pasar dan harga jual pertamax. Untuk harga pasar Pertamax pada bulan Maret mencapai Rp 14.526 per liter, sementara harga jual pertamax masih pada Rp9.000 per liternya.

Sebelumnya, sejumlah pejabat pemerintah hingga DPR mendukung adanya kenaikkan harga BBM Pertamax ini.

Arya Sinulingga, Staff khusus Menteri BUMN, mengatakan bahwa sudah saatnya harga Pertamax perlu dikaji ulang. Hingga saat ini Pertamax dibanderol dengan harga Rp 9.000 per liter, tidak naik sejak dua tahun lalu.

Sementara harga keekonomian Pertamax menurut data Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), saat ini sudah mencapai Rp14.526 per liter karena melonjaknya harga minyak mentah dunia, terutama sejak serangan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.

Menurut Arya, harga Pertamax ini perlu dikaji ulang karena bensin ini kebanyakan dikonsumsi oleh mobil mewah.

"Sudah saatnya dihitung ulang berapa harga yang layak yang diberikan Pertamina untuk harga Pertamax yang dikonsumsi oleh mobil-mobil mewah. Ini untuk keadilan semua," tuturnya, Selasa 22 Maret 2022.

"Dengan harga BBM Pertamax Rp9.000 ini bisa dikatakan posisinya Pertamina saat ini seakan-akan mensubsidi Pertamax. Dan ini jelas, artinya Pertamina subsidi mobil mewah yang pakai Pertamax. Ini perlu dihitung ulang supaya ada juga keadilan, jangan sampai Pertamina memberikan subsidi yang begitu besar kepada mobil mewah yang memanfaatkan Pertamax," lanjut Arya.

Begitu juga dengan anggota DPR RI Komisi VI DPR-RI yang salah satunya bertugas mengawasi sektor BUMN merestui PT Pertamina menaikkan harga Pertamax.

Ada satu poin kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RPD) Komisi VI bersama Pertamina, disebutkan bahwa Komisi VI DPR RI mendukung pertamina melakukan penyesuaian harga pasar. Hal ini agar kinerja keuangan perusahaan migas plat merah tidak semakin boncos.

"Komisi VI DPR RI mendukung penyesuaian harga bahan bakar minyak non subsidi yang mengikuti harga keekonomian minyak dunia untuk menjamin kesehatan keuangan Pertamina dalam menjalankan penugasan pemerintah," bunyi salah satu poin kesimpulan yang dibacakan Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima dan disetujui anggota dalam RDP, Senin 28 Maret 2022.

Di samping itu, Komisi VI juga mendesak agar pemerintah dapat melakukan pembayaran piutang Pertamina, sehingga kondisi keuangan keuangan perusahaan tidak terganggu dalam proses penyaluran BBM ke pelosok negeri.

Lalu, berapa besar kenaikan harga Pertamax per 1 April 2022 besok? Apakah masih dikisaran Rp12.000 - Rp13.000 per liter? Atau dibawahnya? Atau bahkan bisa mencapai Rp 16.000 per liternya sesuai perkiraan harga keekonomian bensin RON 92 pada April besok?

Peneliti sektor Energi dari Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Massita Ayu Cindy mengatakan, bahwa tingginya harga keekonomian BBM pada umumnya menjadi momentum yang tepat bagi Pertamina untuk menaikkan harga Pertamax.

Besaran kenaikkan harga pertamax juga menjadi momentum untuk mengambil pasar dari kompetitor yang harganya telah dulu dinaikkan.

"Mungkin Rp12 ribu per liter, tapi kalau mau ambil pangsa pasar kompetitor, ya di bawah itu. Tapi itu bergantung pada Pertamina dan pemegang saham (pemerintah)," ujar Massita saat diskusi virtual, Selasa 22 Maret 2022.

Massita mengatakan PYC belum melakukan perhitungan detail untuk harga yang cocok untuk Pertamax. Namun, harga yang cocok dimana agar konsumen tidak beralih ke Pertalite.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahkan memperkirakan harga keekonomian atau batas atas bensin dengan nilai oktan 92 pada April 2022 mendatang bisa menembus Rp 16.000 per liter, lebih tinggi dibandingkan Maret 2022 yang sebesar Rp 14.526 per liter.

Adapun perkembangan harga minyak mentah Indonesia (ICP) bulan Maret 2022 per tanggal 24 tercatat sebesar US$ 114,55 per barel. Ini jauh dari asumsi ICP dalam APBN 2022 yang diperkirakan US$ 63 per barel.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI juga meminta dukungan kepada Komisi VI DPR RI agar pihaknya dapat segera diizinkan untuk menaikkan harga Pertamax.

Menurut Nicke, dalam menyikapi kenaikan harga minyak mentah dunia yang saat ini telah di atas US$ 100 per barel, Pertamina sejauh ini hanya melakukan penyesuian harga yang berbeda untuk bebrapa jenis BBM non subsidi, seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamax Dex yang secara volume hanya 2% dari total penjualan BBM Pertamina.  ***


Perkiraan Naiknya Harga Pertamax Per 1 April 2022 Besok