Dilihat : 62 kali

ARAH BAIK - Arifin Panigoro, pengusaha bisnis energi yang sukses, kini telah pergi dengan meninggalkan berjuta kenangan beserta karya-karyanya di masa hidupnya.

Seperti apa awal kisahnya hingga membuat ia terjun ke dalam bisnis energi?

Pada saat Presiden Soekarno diturunkan dari jabatannya, Arifin Panigoro yang merupakan salah satu mahasiswa dari Bandung juga terlibat di dalamnya.

Arifin Panigoro merupakan pemuda kelahiran Bandung, 14 Maret 1945 itu mengambil jurusan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung Angkatan 1963.

Arifin Panigoro yang disebut juga sebagai Rum Aly dalam Titik Silang Jalan Kekuasaan tahun 1966 mitos dan dilemma (2006:241), pada tahun 1966 ia memimpin para mahasiswa dalam pergerakan kereta api dari Bandung ke Jakarta dengan maksud untuk melengserkan Presiden Soekarno saat itu.

Pada tahun 1998, Arifin Panigoro juga difitnah ikut dalam pelengseran Soeharto. Pada saat itu, Arifin Panigoro telah diketahui sebagai seorang pengusaha perminyakan. Sekaragn ia lebih dikenal sebagai pendiri sekaligus pemilik dari PT Medco Energy International Tbk.

“Setelah lulus sebagai Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung ( ITB ) tahun 1973, Arifin Panigoro menjadi kontraktor swasta untuk pengerjaan instalasi listrik door to door," dikutip dari tulisan Ali Azhar Akbar dalam Konspirasi di balik lumpur Lapindo (2007:64). Perusahaannya adalah CV Corona Electric.

Arifin memuali membuka bisnis pertamanya di Jakart, yang mana perusahaan Corona Elekctric demerger dengan Intra Design pada tahun 1976 yang kemudian jadilah PT Meta Epsi Engineering.

Perusahaan tersebut semakin maju dan berkembang setelah booming minyak melanda di Indonesia.  Pada hari Senin, 9 Juni 1980, perusahaan tersebut menjadi PT Meta Epsi Pribumi Drilling Company atau bisa disingkat dengan Medco.

"Pada waktu itu ia memiliki kedekatan dengan Dirjen Migas Wiharso yang menginginkan adanya pengusaha lokal dalam proyek jasa pengeboran," dikutip dari tulisan Ali Azhar Akbar. Kebetulan waktu itu Pertamina hendak melakukan pengeboran gas di Sumatera Selatan.

Medco pun mendapat royek yang membuat usahanya secara perlahan semakin berkembang. Pada tahun 1990, Medco membeli sumur minyak di Tarakan, kemudian disusul pada tahun 1992, Medco mengakuisisi aset milik Tesoro yang terletak di Kalimantan Timur.

Di tahun 1994, Medco masuk dalam bursa efek Indonesia. Pada tahun 1995, Medco juga telah membeli aset dari Stanvac Indonesia milik Exxon Mobil lewat tender yang selanjutnya PT Expan. Dan di tahun 1996 menemukan minyak di Blok Rimau.

Berkat itu, bisnis Medco semakin meluas hingga ke luar negeri. Sampai pada akhir hayatnya, Arifin Panigoro merupakan pengusaha yang diperhitungkan di Indonesia, ia menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 27 Februari 2022 di Mayo Clinic, Rochester Amerika.***


Sosok Arifin Panigoro Melalui Kisahnya Yang Melaju Pesat Di Era Booming Minyak