Dilihat : 90 kali

ARAH BAIK – Pemerintah memberi sinyal bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan naik.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir saat memberikan sambutan dalam Kuliah Umum Universitas Hasanuddin, Rabu 30 Maret 2022.

Erick meminta maaf jika nantinya bakal ada penyesuaian harga untuk BBM RON 92 atau Pertamax.

Erick mengatakan, pemerintah telah mengambil kebijakan untuk menetapkan BBM RON 90 atau Pertalite sebagai jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).

Dengan demikian Pertalite dipastikan menjadi jenis BBM yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

“Pemerintah sudah putuskan Pertalite jadikan subsidi, Pertamax tidak. Jadi kalau pertamax naik ya mohon maaf,” kata Erick.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengungkapkan sudah saatnya Pertamina menyesuaikan harga jual Pertamax menyusul disparitas harga yang terjadi.

Menurut Arya, jika merujuk pada keterangan Kementerian ESDM, harga keekonomian Pertamax kini telah mencapai Rp16.000 per liter.

“Sudah saatnya juga Pertamina untuk mengembalikan harganya, ya nggak jauh-jauhlah dari harga keekonomian. Walaupun tidak di harga-harga ekonomi tersebut tapi tidak boleh terlalu jauh juga (di bawah),” ujar Arya pada Rabu, 30 Maret 2022.

Arya menjelaskan bahwa konsumsi Pertamax mencapai 13% dari konsumsi BBM nasional. Selain itu, Pertamax juga sejatinya dikonsumsi oleh kelompok masyarakat kelas atas.

Dengan belum dilakukan penyesuaian harga jual Pertamax hingga saat ini, maka Pertamina sama saja memberikan subsidi kepada masyarakat pengguna Pertamax.

Harga jual Pertamax yang berada di bawah aslinya oleh operator SPBU yang sebesar Rp14.000 per liter dinilai membuat persaingan usaha tidak sehat.***


Beri Sinyal Harga Bbm Naik Erick Thohir Jadi Kalau Pertamax Naik Ya Mohon Maaf