Dilihat : 59 kali

ARAH BAIK - Setiap muslim pasti berdoa dan berharap agar ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Tiap muslim ingin ibadah yang dilakukan mendapat ridha Allah dan bernilai pahala.

Tiap muslim ingin ibadahnya tidak sia-sia karena itu manusia melaksanakan ibadah dengan mengorbankan waktu dan tenaga, bahkan hartanya sekalipun. Walau demikian, setiap muslim pasti rela melakukannya demi menggapai ridha Allah.

Namun, banyak muslim yang melakukan ibadah akan tetapi mereka tidak mendapatkan apapun, bahkan menuai murka Allah seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadist Nabi.

Shalat dikerjakan, puasa dijalankan disiplin, sedekahnya tidak pernah lupa bahkan haji berkali-kali, namun semuanya itu dilakukan dengan tidak ikhlas, semata mata mengharapkan suatu manfaat duniawi, baik itu harta, pangkat, jabatan dan sebagainya, bahkan pujian dan sanjungan dari sesamanya atau dikerjakan tidak sesuai syariat Rasul –Nya.

Maka dari itu, agar ibadah muslim diterima Allah maka kita perlu mengetahui ketentuan atau aturan beribadah yang benar dan sesuai syariat yang diajarkan baik sesuai AL-qur’an maupun Hadist.

Ibadah didasarkan petunjuk Al-Qur’an dan As-sunnahnya. Jika ibadah tidak sesuai dengan Al-quran dan As-Sunnah, maka pasti tidak akan diterima Allah. Dalilnya, Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijma’ Ulama.

Definisi Ibadah dan Dalil Kewajibannya

Ibadah secara bahasa berarti kepasrahan dan kepatuhan serta kehinaan.  

Adapun definisi ibadah secara istilah sebagaimana dikemukakan oleh para ulama, ibadah adalah segala bentuk ketundukan dan kepatuhan kepada Allah ta’ala, mencintai-Nya, menyembah-Nya, mengharap-Nya serta mengagungkan-Nya baik dengan perbuatan maupun perkataan.

Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah definisi ibadah adalah suatu nama yang mencakup setiap apa yang dicintai dan diridhai oleh Allah SWT dari perkataan perkataan dan perbuatan-perbuatan yang batin dan dhahir.

Tujuan Utama Allah

Menciptakan manusia agar beribadah kepada-Nya. Tugas dan kewajiban ini sesuai dengan firman-Nya, Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Allah ta’ala juga berfirman, “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (Al-Bayyinah: 5)

Syarat Diterima Ibadah

1. Ikhlas

Ikhlas adalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah, tanpa ada keinginan untuk mendapatkan keuntungan duniawi baik harta, pangkat, jabatan, maupun pujian atau sanjungan manusia.

Banyak ayat Al-Quran dan hadist yang memerintahkan kita untuk ikhlas dalam beribadah. Diantara, firman Allah,Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama.” (Al-Bayyinah: 5)

Adapun hadits Rasulullah SAW, “Sesungguhnya amal itu diterima dengan niat (ikhlas). Dan seseorang itu akan diberi balasan sesuai dengan niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuhmu dan tidak pula kepada rupa kamu, akan tetapi Allah melihat kepada hati kamu.” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, ikhlas merupakan syarat mutlak diterimanya suatu ibadah. Ibadah yang dikerjakan tanpa ikhlas, maka tidak akan diterima Allah.

Ibadah yang dikerjakan dengan tujuan selain Allah berarti itu tidak ikhlas. Ini adalah termasuk perbuatan syirik, namun syirik kecil. Meskipun kecil, namun dapat menghilangkan pahala dan berdosa.

Ibadah atau amal saleh yang dikerjakan dengan riya’ (pamer) maka tidak akan diterima Allah.

Allah ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia.” (Al-Baqarah: 264)

2. Ibadah Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Ibadah yang tidak sesuai tuntunan Nabi maka tertolak. Maknanya, apa yang dikerjakan oleh Rasul dalam ibadah, maka kita wajib kerjakan. Begitu pula, apa yang dilarang Rasul maka kita wajib meninggalkannya.

Ibadah yang dikerjakan tanpa petunjuk Rasulullah saw tidak akan diterima oleh Allah Swt. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang mengada-adakan suatu urusan dalam agama yang bukan berasal dari petunjuk agama maka amalannya tersebut ditolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat yang lain,“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang bukan berasal dari petunjuk kami maka amalannya tersebut ditolak.” (HR. Muslim).

Kedua syarat tersebut harus ada dalam sebuah ibadah. Shalat yang diterima adalah shalat yang ikhlas karena Allah dan sesuai tuntunan Nabi.

Puasa yang diterima adalah puasa yang ikhlas karena Allah dan sesuai tuntunan Nabi. Zakat yang diterima adalah zakat yang ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi, begitu pula ibadah yang lainnya harus ikhlas dan sesuai ajaran Nabi.

Demikian juga, puasa yang sesuai tuntunan Nabi tapi tidak dikerjakan dengan ikhlas, maka tidak diterima Allah. ***


Syarat Agar Ibadah Kita Diterima Allah