Dilihat : 59 kali

ARAH BAIK – Polemik draf Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan konon, madrasah tak masuk daftar draf tersebut.

Madrasah sudah tumbuh subur di Indonesia. Bahkan di Madura, Jawa Timur, madrasah layaknya pendidikan wajib yang harus ditempuh oleh setiap anak.

Dengan tumbuh suburnya madrasah di Indonesia, Kemendikbud jelasakan kena semprot jika hapus madrasah dari Sisdiknas oleh ratusan ribu bahkan puluhan juta alumni madrasah yang kini banyak menjadi pejabat penting di negeri ini mulai dari menteri hingga Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin yang juga alumni madrasah.

Nadirsyah Hosen tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU)  dalam sebuah pengantar buku Peradaban Sarung menulis kebanyakan sekolah modern telah mencabut akar-akar kemanusiaan. Justru di pesantren mengembalikan kemanusiaan kita.

Nadirsyah menambahkan moralitas dan karakter sangat jarang diajarkan di sekolah-sekolah sejak gelombang modernitas memasuki setiap sendi kehidupan. Namun di pesantren, kiai selalu mengajarkan santrinya agar hidup sederhana. Ajaran itu turut ditekankan kedalam sistem pendidikan madrasah mereka.

“Ketika sekolah hanya mengajarkan kecerdasan teknokratis, bukan kecerdasan emansipatoris yang membebaskan dan memanusiakan manusia, pesantren justru sebaliknya. Usaha untuk tetap waras dan menjadi manusia adalah usaha rintisan pesantren yang tetap lestari hingga kini,” kata Nadirsyah.

Tidak hanya Nadirsyah, Ketua Majelis Ulama Indonesia KH. Cholil Nafis turut berkomentar mengenai draf RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang menghilangkan istilah Madrasah. Ia menilai penghapusan sama saja menghilangkan jejak sejarah atau anti istilah Arab.Itu merupakan tindakan yang tidak benar menurutnya.

“Istilah Madrasah sudah ada sebelum SMP/SMA itu ada. Hasilnya pendidikannya ada yang jadi presiden, wapres, menteri, DPR dll. Kok yo RUU Sisdiknas tak menyebutkan madrasah apalagi mau ganti nama atau hanya penjelasan aja. Menghilangkan jejak sejarah atau anti istilah Arab itu tak benar,” kata Kiai Cholil dalam cuitannya di twitter pribadinya dan diizinkan untuk dikutip nyantri,republika.co.id, Selasa 29 Maret 2022.

Kabar tersebut sontak mengundang banyak reaksi keras dari masyarakat, khususnya para alumni madrasah. Mengusik madrasah sama saja mengajak ‘Gelut’ banyak orang di Indonesia. Pasalnya banyak alumni madrasah yang kini duduk di posisi penting di Indonesia.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dilaporkan akan segera memanggil Nadiem Makarim untuk memberikan penjelasan mengenai draf tersebut. Draf RUU Sisdiknas sendiri disusun oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendibudristek).***


Madrasah Dihapus Dari Sisdiknas Ajak Gelut Rakyat Hingga Wapres Kh Maruf Kh Cholil Nafis Istilah Madrasah Sudah Ada Sebelum Smpsma