Dilihat : 45 kali

ARAH BAIK – Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai wajar kemarahan Presiden Jokowi perihal pengadaan barang dan jasa yang masih impor.

Dengan melakukan impor secara terus menerus maka tidak akan tercapai Indonesia berdikari.

“Kemarahan dari Presiden itu merupakan teguran kepada seluruh jajaran pemerintah dan juga membangun sikap mental kita agar kita berdikari,” ujar Hasto saat menghadiri Demo memasak tanpa minyak goreng PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Senin, 28 Maret 2022

Hasto menuturkan, jajaran pemerintah harus lebih peduli terhadap kemarahan Jokowi tersebut dari pada isu lain yang sedang berkembang.

"Justru menurut saya harus kita blow up habis-habisan lebih hebat daripada isu penundaan Pemilu," tutur Hasto

"Apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi justru menjadi skala prioritas yang harus kita dukung bersama, agar mari kita kembangkan semangat kita untuk berdikari dalam seluruh aspek," sambungnya.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi geram nilai impor pengadaan barang dan jasa di kementerian dan lembaga masih tinggi.

Di hadapan para menteri, gubernur, kepala daerah dan kepala lembaga, Jokowi mengungkapkan akan mencopot direktur utama di lingkungan BUMN yang masih melakukan impor.

Namun, pada saat Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut para menterinya justru tepuk tangan melihat Presiden Jokowi marah.

Fahri hamzah Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia mengatakan apa yang dilakukan para pembantu Jokowi itu tidak pantas. Alih-alih bertepuk tangan, para pembantu Jokowi semestinya merenungi dan menyadari kesalahannya.

"Setiap presiden marah, kok saya melihat para menterinya tepuk tangan. Emangnya presiden lagi Stand Up Comedy apa? Padahal saya serius. Presiden marah gini tahun ke-8 (memerintah), kan kasihan dong," kata Fahri kepada wartawan Selasa, 29 Maret 2022.

Sebelumnya dalam Pengarahan Presiden RI tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) pada Jumat, 25 Maret 2022. Presiden Jokowi meluapkan amarahnya kepada instansi pemerintah yang masih melakukan sejumlah impor barang.

Padahal, menurutnya, barang-barang tersebut masih bisa diproduksi di dalam negeri.

Kepala negara memberikan ultimatum kepada seluruh anak buahnya untuk tidak lagi membeli produk luar negeri, apabila bisa diproduksi di dalam negeri.

Lantas, produk-produk apa saja yang disebutkan Jokowi?

1. CCTV

Jokowi heran ada kementerian/lembaga yang membeli CCTV impor, seakan-akan barang tersebut tidak ada di dalam negeri.

“Apa-apaan ini? Dipikir kita bukan negara yang maju buat CCTV saja beli impor,” kata Jokowi.

2. Seragam

Ia menyoroti impor seragam aparat negara seperti TNI dan Polri. Padahal, menurutnya seragam-seragam tersebut bisa diproduksi di dalam negeri.
"Ini kita bisa produksi di mana-mana bisa, jangan diteruskan," ucap Jokowi.

3. Alat Kesehatan

Di tengah pandemi, impor alat kesehatan dan tempat tidur di rumah sakit masih terjadi.

Jokowi bahkan langsung mencatut anak buahnya sendiri yakni Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Alkes, Menteri Kesehatan, tempat tidur untuk rumah sakit, produk saya lihat ada di Yogyakarta, Bekasi, Tangerang. (Tapi) masih impor, mau diteruskan? Mau saya umumkan kalau saya jengkel," katanya.

4. Alat Pertanian

Alat pertanian nampaknya tak luput dari amarah Jokowi. Pasalnya ia masih menemukan alat pertanian seperti traktor yang tidak berteknologi tinggi masih diimpor dari luar negeri.

Hal itu ia temukan ketika sedang menanam jagung di Atambua pada Kamis, 24 Maret 2021.

"Alat mesin pertanian, traktor tak berteknologi tinggi saja impor, jengkel saya," katanya.

5. Alat Tulis

Alat tulis seperti pensil, kertas, pulpen, bangku, kursi, hingga laptop masih diimpor. Jokowi mengaku heran dengan fenomena itu.
Saking herannya, Jokowi sempat berpikir kementerian, lembaga, dan instansi pemerintah memang bodoh karena tak mau memakai produk dalam negeri dan UMKM.

"Kadang-kadang saya mikir, ini kita ngerti tidak sih? jangan-jangan kita tidak kerja detail sehingga tidak tahu barang yang dibeli itu barang impor," katanya.***


Jokowi Marah Soal Impor Hasto Teguran Kepada Jajaran Pemerintah Fahri Hamzah Kok Menterinya Tepuk Tangan