Dilihat : 107 kali

ARAH BAIK – Rendang dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia, kini rendang akan diperkenalkan di Eropa. Rencananya pabrik Rendang akan dibangun di Bulgaria.

Praktisi kuliner Minang, Reno Andam Suri tengah menjadi sorotan media sosial, hal ini karena kritiknya terkait dengan “Rendang Goes to Europe” yang diluncurkan di Bali pada 24 Maret 2022.

Proyek ini diketahui diinisiasi oleh Duta Besar RI untuk Bulgaria, yaitu Iwan Bogantara dengan Praktisi kuliner kenamaan Willian Wongso.

Rencananya juga akan menginiasi pembanguanan pabrik rendang di Bulgaria yang akan diprediksi mampu memproduksi ratusan kilogram rendang untuk di ekspor di berbagai negara termasuk Timur Tengah.

"Aku bangga kalau Rendang yang dikenal dari Minangkabau, Sumatera Barat dikenal banyak orang, bahkan sampai ke Luar Negeri. Sampai suatu waktu...," tulis Reno Andam Suri.

Reno Andam Sari pun menyuarakan keresahannya mengenai lokasi peluncuran acara tersebut yang digelar di Bali, bukan di Sumatra Barat.

Langkah luar biasa itu kemudian diluncurkan dengan ‘Gegap Gempita di Bali bukan di Sumatra Barat!!! Bapak Menteri Sandiaga Uno dengan bangga meresmikan dan dukung acara ini," tulis dia.

Dalam caption postingannnya, Reno tidak menyalahkan masyarakat setempat. Namun, mempertanyakan pada empunya acara ini.

“Pagi ini aku terima DM tentang launching Rendang Goes to Europe di Bali. Sore ini saat mulai tenang.. melihat bagaimana acara ini melukai hati teman2 komunitas Perendang Minang, para UMKM yang juga berjuang untuk besarnya Rendang.Ya sudahlah kemarin ada berita berdiri pabrik rendang di Bulgaria,” tulis Reno

"Kami bisa apa, tapi apa launchingnya juga harus di Bali?," lanjutnya

Bukan menyalahkan masyarakat Bali. Gak ada niat sama sekali. Tapi Mempertanyakan pada empunya acara launching ini. Apa daerah asalnya rendang tak terlihat atau tak teringat sama sekali.
Apa jangan2 pemprov Sumatra Barat kurang support? Atau Komunitas Perendang, Uni2 dan Uda yang mengerti lebih dalam cerita rendang kurang asik diajak dalam satu acara besar ini,?” sambungnya.

Apa @kemenparekraf.ri tidak merasa gamang?,” tanya Reno.

“Sipangka Alek (tuan rumah hajatan) justru bukan Sumatra Barat. Petatah petitih yang orang Minang punya memperkaya narasi rendang. Rendang terlalu kecil jika hanya dipandang sebagai produk makanan saja. Atau Wisatawan asing besok-besok taunya kalau mencari oleh-oleh rendang datanglah ke Bali.” Tulis nya dalam unggahan pada 26 Maret 2022.

Reno mempertanyakan mengapa bukan Sumatra Barat yang menjadi lokasi acara tersebut, melainkan Bali.

Dia juga menanyakan alasan Kementrian Pariwisata memilih Bali sebagai lokasi peluncuran Rendang Goes to Europe. ***


Peluncuran Rendang Goes To Europe Tuai Kritik Masyarakat Sumatera Barat