Dilihat : 65 kali

ARAH BAIK – Presiden Jokowi kesal menterinya menggunakan anggaran belanja negara untuk membeli produk impor.

Jokowi menyinggung sejumlah kementerian yang membeli barang impor, salah satunya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang dipimpin Nadiem Makarim.

“Kadang–kadang saya mikir, ini kita ngerti nggak sih? Jangan-jangan kita enggak kerja detail sehingga enggak ngerti barang yang dibeli itu barang imor. Buku tulis impor, jangan ini diteruskan setop,” kata Jokowi saat memberikan arahan tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia secara virtual, Jumat 25 Maret 2022.

Jokowi kesal Kemendikbudristek membeli kertas hingga pulpen dari luar negeri.

“Hati-hati Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tadi pagi saya cek baru Rp2 triliun, ini kelihatannya ada yang tidak semangat di dalam kementerian,” ujar Jokowi.

Kemudian, Jokowi menyinggung pengadaan CCTV serta seragam dan sepatu Polri-TNI hingga onderdil untuk traktor pertanian yang dibeli dari luar negeri.

“Apa-apaan ini, dipikir kita bukan negara maju? Buat CCTV saja beli impor . Seragam dan sepatu tentara dan polisi beli dari luar! Kita ini produksi dimana-mana bisa, jangan diterus-teruskan,” tegas Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung alat kesehatan dari luar negeri. Ia pun menginstruksikan Menkes Budi Gunadi Sadikin memprioritaskan pembelian produk dalam negeri.

“Pak Menteri Kesehatan, tempat tidur untuk rumah sakit, produksi saya lihat di Yogya, Bekasi, Tangerang ada tapi beli impor,” ucap Jokowi.

Jokowi menargetkan 40 persen anggaran pemerintah pusat, daerah dan BUMN dialihkan membeli produk dalam negeri.

Hasil perhitungan, total anggaran belanja APBN mencapai Rp526 triliun, APBD Rp535 triliun dan BUMN Rp420 triliun.

“Target nanti, syukur bisa sebelum 10 Mei yang Rp400 triliun itu bisa tercapai, ini sangat bagus sekali dampaknya akan kemana,” kata Jokowi.***


Nadiem Makarim Kena Semprot Jokowi Gegara Masih Impor Pensil Hingga Buku Tulis